JawaPos Radar

Pasangan Muda Rentan Bercerai

01/08/2016, 17:37 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pasangan Muda Rentan Bercerai
Ilustrasi (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com JAMBI - Bagi setiap pasangan suami istri yang tengah membangun mahligai rumah tangga perceraian bukanlah hal yang pernah diinginkan.

Namun karena alasan tertentu perpisahan pun tidak dapat dipungkiri. Di dalam islam kendati sang istri tidak dapat memita cerai dengan mudah, namun kaum hawa ini paling banyak mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama.

Umumnya wanita yang mengajukan gugatan cerai itu usia pernikahannya rata-rata di bawah lima tahun.

Wakil Panitera Pengadilan Agama Kota Jambi, Pitir Ramli mengatakan, banyak pasangan suami istri yang mengajukan gugatan cerai yang usia pernikahannya rata-rata antara  4-5 tahun.

Menurutnya, usia tersebut memang rawan karena biasanya pasangan suami istri baru akan memulai hidup, membangun rumah tangga. ”Ini memang masa sulit. Baru meniti karier, biasanya anak baru satu atau dua. Kondisi ekonomi tidak membaik jadi alasan untuk menggugat,” kata Pitir Ramli yang dilansir dari Jambi Independent (Jawa Pos Group), Senin (1/8).

Disebutkannya, sejak tahun 2000-an terjadi trennya kaum istri atau wanita megajukan gugatan cerai. Hal ini hampir terjadi di seluruh Indonesia. ”Sebelumnya itu suami yang banyak. Sejak tahun 2000-an itu mulai istri yang mendominasi,” katanya.

Kebanyakan alasan sang istri mendaftarkan gugatan cerai nya karena si suami tidak cukup memberikan nafkah lahir dan batin. Selain itu juga akibat pertengakaran yang dipicu oleh ketidakcocokan. ”Paling banyak kalangan menengah ke bawah,” katanya.

Pitir Ramli menyebutkan setelah periode lebaran 11 Juli lalu, angka pendaftar gugatan cerai di Pengadilan Agama Kota Jambi mencapai 50 berkas.  Sedangkan untuk rata-rata per bulan, angka gugatan cerai mencapai 120 perkara. (nid/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up