JawaPos Radar | Iklan Jitu

Satu di Antara Enam Orang Menderita Stroke

28 Oktober 2017, 15:00:59 WIB | Editor: Dwi Shintia
Hari Stroke Sedunia
Ilustrasi kesehatan jantung. (Pixabay)
Share this

JawaPos.com - Menyambut hari stroke sedunia, tanggal 29 oktober, kita diingatkan kembali untuk memahami kembali suatu ‘silent epidemi’ yang melanda seluruh dunia.

Spesialis bedah saraf RSUD dr Soetomo Surabaya Dr dr Asra Al Fauzi Sp BS (K) IFAANS mengatakan, berdasarkan catatan statistik dunia, saat ini satu di antara enam orang menderita stroke, suatu angka yang fantastis. Sangat besar kemungkinan kita sendiri akan mengalaminya.

’’Catatan lain menunjukkan bahwa setiap enam detik seseorang akan terkena stroke, dan setiap tahun kurang lebih 15 juta orang di dunia terkena stroke, 6 juta di antaranya meninggal dan 5 juta sisanya akan mengalami cacat permanen,’’ papar Asra.

Stroke merupakan penyebab kematian kedua pada usia di atas 60 tahun. Akhir-akhir ini, stroke yang mengenai usia muda dan anak-anak semakin meningkat.

Di Amerika Serikat stroke merupakan pembunuh ketiga setelah sakit jantung dan kanker, dan 43 persen dari total budget kesehatan adalah untuk penanganan stroke. Fakta lain yang cukup menghebohkan adalah saat ini 80 persen dari penderita stroke adalah di negara sedang berkembang, termasuk Indonesia.

Hal ini membuktikan satu statement yang salah mengenai pemikiran semula bahwa stroke adalah penyakit orang kaya atau penyakit akibat gaya hidup mewah.

Di negara maju dengan sistem edukasi dan pelayanan kesehatan yang baik maka stroke dapat dicegah dan mengurangi angka kejadiannya. Dengan pelayanan kesehatan yang baik dan modern dapat mengobati stroke secara tuntas dan mencegah kecacatan permanen.

Selama ini world campaign untuk ‘gross epidemi’ seperti AIDS, Malaria, dan Tuberculosis (TBC) sangat membahana, bahkan sangat menyentuh kebijakan penguasa atau pemerintah dan gaungnya sangat besar di masyarakat.

’’Tetapi untuk silent epidemi seperti stroke saat ini belum dianggap penting, sehingga dana, kebijakan, atau promosi kesehatannya belum menyentuh masyarakat secara merata,’’ paparnya. (*)

(ina/ce1/JPC)

Alur Cerita Berita

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up