alexametrics

#TipsGigiSyantik, Mengenal 8 Perawatan Gigi Untuk Senyum Menawan

19 September 2018, 08:55:11 WIB

JawaPos.com – Senyum yang indah verawal dari gigi yang sehat. Karena itu, dalam merayakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), masyarakat diimbau untuk rutin merawat dan memeriksakan gigi ke dokter selama 6 bulan sekali.

Dalam keterangan tertulis, Selasa (18/9), Master Veneer Dokter Gigi, Donna Pratiwi, Sp.Prosto memberikan delapan #TipsGigiSyantik yang sehat dan kuat bagi masyarakat yang peduli dengan kesehatan gigi dan perawatan kecantikan gigi. Dokter kelahiran 29 September 1976 itu mengajak masyarakat untuk melakukan perawatan kesehatan gigi dan kecantikan gigi. Caranya di antaranya,

1. Veneer

Ada 2 cara memutihkan gigi yaitu Bleaching dan pemasangan Veneer gigi. Perbedaan utama antara keduanya adalah bleaching bersifat sementara sedangkan veneer gigi bersifat lebih permanen. Veneer Gigi adalah suatu bahan pelapis yang diletakkan pada permukaan muka gigi.Fungsi veneer adalah restorative sekaligus estetika, yaitu mempercantik dan melindungi permukaan muka gigi yang rusak. 

2. Kawat Gigi

Perawatan meratakan atau merapikan gigi dengan memakai peranti kawat gigi atau yang disebut dengan ortodonti sudah cukup luas dikenal oleh masyarakat kita. Kawat gigi dipasang permanen pada permukaan gigi. Dengan pengaktifan kawat yang digerakkan secara rutin setiap 1-2 bulan, diharapkan gigi akan berbaris dengan baik pada posisi lengkung yang benar. Lamanya pemakaian bervariasi, antara 2-4 tahun sesuai keadaan yang ditemukan. 

3. Penggunaan Dental Implant

Pemakaian Dental Implant tidak mengenal batasan usia. Namun ada beberapa kondisi yang menjadi syarat pemasangan Dental Implant . Dental Implant memerlukan prosedur pembedahan sehingga setiap pasien harus cukup sehat dan memenuhi syarat untuk menjalani proses bedah. Dental Implant juga memerlukan kondisi tulang yang baik dari segi kualitas dan kuantitas. Dental Implant bersifat berdiri sendiri sehingga dapat berfungsi dan memiliki sensasi seperti gigi asli. Dental Implant tidak memerlukan pengasahan pada gigi tetangganya sebagai pegangan kekuatannya menjadi maksimal dengan fondasi tulang penyangga yang kuat. Dengan kondisi kuatnya tulang pendukung, keberhasilan implant adalah 98 persen.

4. Bleaching

Ada 2 cara untuk bleaching gigi yaitu dengan Bleaching in Office Bleaching dan Bleaching at Home. Keduanya menggunakan bahan aktif peroksida, baik itu carbamide atau hydrogen peroksida dengan kisaran 3 persen sampai 43 persen. Secara umum, semakin tinggi kandungan aktifnya dan semakin lama kontaknya dengan permukaan gigi maka semakin putih hasilnya. Namun secara kesehatan hal ini dapat meningkatkan sensitifitas gigi. Oleh karena itu, pada peroksida dengan konsentrasi tinggi sebaiknya diturunkan waktu aplikasinya.

5. Gigi Tiruan Lepasan

Dentures atau gigi tiruan lepasan atau yang sering disebut gigi palsu adalah jenis gigi tiruan yang dapat dilepas pasang yang berfungsi mengganti kehilangan sebagian atau seluruh gigi. Yaitu dengan menggandeng atau berpegangan pada gigi tetangga sebagai penyangganya. Dengan mengganti gigi yang hilang, Dentures tidak hanya memperbaiki fungsi pengunyahan tapi juga memiliki fungsi estetika sehingga tidak ada penampilan gigi ompong. Dentures atau yang lebih dikenal dengan gigi palsu, adalah alternatif yang paling popular untuk solusi penggantian gigi yang hilang atau ompong di kalangan lansia. Sehingga seakan-akan dentures hanya diperlukan setelah mencapai usia tertentu.

6. Bridge Sebagai Jembatan

Bridge adalah gigi tiruan permanen yang berfungsi mengganti kehilangan gigi dengan menggandeng atau berpegangan pada gigi tetangga yang kuat sebagai penyangganya. Bridge juga sekaligus merestorasi struktur mahkota gigi penyangga yang rusak dengan cara membungkus gigi tersebut. Jadi bridge juga memiliki fungsi estetika, yaitu mempercantik dan melindungi permukaan muka gigi yang rusak. Bridge dapat dijadikan alternatif untuk solusi penggantian gigi yang hilang atau pasca pencabutan. 

7. Jacket Crown Merestorasi

Jacket Crown atau mahkota gigi tiruan adalah gigi tiruan permanen yang berfungsi merestorasi struktur mahkota gigi yang rusak dengan cara membungkus gigi tersebut. Jadi jacket crown memiliki fungsi restorative sekaligus estetika, yaitu mempercantik dan melindungi permukaan muka gigi yang rusak. Jacket crown dapat diaplikasikan pada kasus gigi dengan kerusakan atau lubang gigi yang lebih luas (tidak dapat ditambal lagi). 

8. Scaling

Pembersihan karang gigi atau yang biasa disebut scaling adalah tindakan pembuangan sisa makanan yang telah mengeras dalam bentuk karang gigi (calculus) atau noda gigi (stain). Selain bermanfaat menghilangkan gusi berdarah, pembersihan karang gigi atau biasa disebut scaling dapat juga dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan serta mengatasi masalah bau mulut. 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : (ika/JPC)

#TipsGigiSyantik, Mengenal 8 Perawatan Gigi Untuk Senyum Menawan