JawaPos Radar | Iklan Jitu

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Minum Obat Pengencer Darah

18 November 2018, 12:30:59 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
pengentalan darah, obat pengencer darah, aturan obat pengencer darah,
Ilustrasi obat pengencer darah. Obat pengencer darah biasa diberikan dokter pada pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung dan stroke. (Chapnorm Tablet)
Share this

JawaPos.com - Tak sembarangan orang boleh minum obat pengencer darah. Karena itu ketika membeli di pasaran pun tak dijual bebas, wajib dengan resep dokter.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat minum obat pengencer darah. Obat ini biasa diberikan dokter pada pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung dan stroke.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, beberapa pasien yang rutin meminum obat pengencer darah harus memperhatikan dosisnya. Umumnya pasien diberikan 1x sehari namun hal itu juga tergantung keputusan dokter.

pengentalan darah, obat pengencer darah, aturan obat pengencer darah,
Obat pengencer darah diminum seumur hidup. (feminis.ro)

Maka hal ada hal lain yang harus diperhatikan saat rutin minum obat pengencer darah, di antaranya,

1. Risiko Perdarahan

Tentu tujuan obat pengencer darah adalah untuk mengencerkan darah. Terdapat beberapa efek samping yang berhubungan dengan obat pengencer darah, baik antikoagulan maupun antiplatelet. Di antaranya luka pada lambung dan feses berwarna kehitaman.

2. Setop Minum Sebelum Operasi

Selain itu, obat pengencer darah harus disetop jika pasien akan menjalani prosedur tindakan medis seperti, cabut gigi, operasi kecil, biopsi, dan lainnya. Jika obat tidak disetop, maka akan terjadi perdarahan.

"Kadang-kadang pasien lupa, masih minum pengencer lalu jalani operasi kecil seperti operasi tahi lalat misalnya. Cabut gigi. Biopsi atau menjalani endoskopi. Pasien harus bilang sama dokternya," jelas dr. Ari.

Maka pasien harus menghentikan konsumsi obat tersebut selama 5 hari sebelum melakukan tindakan tersebut. "Kadang kalau operasi besar pasti kan sudah lewat prosedur, nah operasi kecil ini yang kadang pasien lupa kasih tahu obat apa saja yang diminum sebelumnya," jelas dr. Ari.

3. Diminum Seumur Hidup

Selain itu, obat pengencer darah tersebut biasanya diminum dalam jangka panjang hingga seumur hidup. Namun dr. Ari meyakinkan obat pengencer darah aman bagi ginjal dan liver.

"Istilah seumur hidup ini nanti dokter yang tahu kapan up and down, bisa disetop sementara. Bisa dihentikan. Pasien minum terus minimal 1 tahun," jelasnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up