JawaPos Radar

Jangan Keliru, Begini Cara Pilih Jamu dan Produk Herbal yang Tepat

17/04/2018, 19:00 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Jangan Keliru, Begini Cara Pilih Jamu dan Produk Herbal yang Tepat
Jamu kemasan tak berizin diamankan BPOM Kota Semarang, Selasa (10/4). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Masyarakat saat ini semakin cerdas dalam memilih produk. Era media sosial membuat masyarakat banyak dan mudah mendapatkan informasi. Salah satunya ketika ingin membeli produk herbal dan jamu.

Gogobli, e-commerce produk kesehatan dan kecantikan di Indonesia mengajak para mitra toko herbal dan jamu untuk ikut bergabung beralih dari gerai ooffline ke online untuk memperluas rantai distribusi. Tentunya dalam memilih dan memasukkan setiap produk, Gogobli memiliki tim ekstra ketat menyeleksi setiap produk.

"Tentu kami punya tim pengawasan atau kontrol keamanan produk jamu dan herbal. Kami kan bukan platform di mana kami yang berwenang menentukan produk mana saja yang layak jual dan aman," tegas Chief Operating Office dari Gogobli Joe Hansen dalam konferensi pers, Selasa (17/4).

Maka Joe memberikan tiga tips bagi masyarakat dalam memilih produk herbal dan jamu. Dia menyarankan agar masyarakat lebih pintar dan selektif agar produk herbal serta jamu yang dibeli aman, bebas efek samping, dan bukan penipuan.

Pertama, cek label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tentu hal itu untuk menjamin keamanan pangan bagi konsumen Indonesia yang sebagian besar adalah muslim.

Kedua, cek izin BPOM dan PIRT. Meski produk dari UMKM namun tetap harus ada izin dari BPOM atau untuk skala rumah tangga adalah (PIRT) dari Dinas Kesehatan setempat. Sehingga produk yang dikonsumsi dijamin aman dan legal.

Ketiga, adalah kandungannya. Untuk kosmetik misalnya, Gogobli berkoordinasi dengan BPOM untuk menjadi acuan kosmetik mana saja yang aman digunakan dan tak berbahaya bagi kesehatan. Jangan sampai kosmetik tersebut mengandung merkuri.

"Sebab kalau obat atau kosmetik adalah langsung end user, kita pakai langsung. Sedangkan baju misalnya enggak suka atau enggak muat bisa kasih ke orang lain. Maka itulah sebabnya harus aman," tegas Joe.

Pemilik Toko Obat Ani, Johnson menjelaskan selama pihaknya bergabung dengan Gogobli, maka kepercayaan konsumen untuk membeli produk mereka jauh lebih meningkat. Maka distribusi obat ke pasaran akan semakin lebih luas.

"Tentu selain masyarakat percaya, kami sebagai mitra bisa mendapat banyak keuntungan lebih besar. Karena Gogobli sering menggelar promo yang menguntungkan pembeli dan toko," tandasnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up