alexametrics

Angka Penyakit Jantung Bawaan Anak di Indonesia Tinggi, Mengapa?

17 Maret 2017, 00:20:28 WIB

JawaPos.com – Banyak orang tua tidak mengerti gejala Penyakit Jantung Bawaan pada anak. Padahal penderitanya cukup tinggi. Di Indonesia, pada setiap kelahiran hidup ada 8 per 1000 atau 0,8 persen anak dengan penyakit jantung bawaan. Sementara angka kelahiran setiap tahun mencapai 4,5 juta bayi.

Dokter Spesialis Penyakit Jantung Anak dan Penyakit Jantung Bawaan RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr Radityo Prakoso Sp.JP (K) mengatakan, ada banyak faktor yang membuat angka ini tinggi.

Salah satunya jumlah dokter jantung di Indonesia masih sangat langka. Hanya ada 80 dokter spesialis jantung anak di seluruh Indonesia. “Di Indonesia dokter jantung ada 900 orang. Khusus anak cuma 84. Itu termasuk yang masih pendidikan. Sedangkan di daerah Ambon saja enggak ada. Di Kalimantan Barat belum ada,” katanya kepada JawaPos.com, Kamis (16/3).

Di RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, kata dia, hanya ada tujuh dokter jantung anak. “Semua tindakan dua pertiganya atau 70 persen dikerjakan di Jakarta. Dari 70 persen itu, dua pertiganya dikerjakan di RS ini. Luar biasa kan kerja kami,” ungkapnya.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan angka ini tinggi, di antaranya sebagai berikut:

1. Kurang Kesadaran
Sejumlah tenaga medis masih kurang memahami atau rendahnya kesadaran terkait penyakit ini.

2. Akses Kesehatan Sulit
Tak setiap anak lahir mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh akses medis. Misalnya penyakit jantung bawaan di Ternate atau Lebak Banten pasti sulit mendapatkan akses.

3. Pengobatan Alternatif
Masih banyak orang Indonesia yang memilih pengobatan non profesional bukan medis seperti alternatif atau dukun jika sakit.

4. Fasilitas Pendidikan Penyakit Jantung Kurang Memadai
Dokter-dokter yang mau menjadi dokter jantung anak masih kesulitan lokasi tempat pendidikan. RS Harapan Kita menjadi pusat pendidikan penyakit jantung.

5. Kebijakan Pemerintah Belum Berpihak Sepenuhnya
Kebijakan pemerintah belum berpihak 100 persen meski sudah ada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). (cr1/JPG)

Editor : Ilham Safutra




Close Ads
Angka Penyakit Jantung Bawaan Anak di Indonesia Tinggi, Mengapa?