JawaPos Radar

World Sleep Day 2018

Banyak Kejadian Seseorang Meninggal Saat Tidur, Apa Sebabnya?

16/03/2018, 19:25 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Banyak Kejadian Seseorang Meninggal Saat Tidur, Apa Sebabnya?
Salah satu yang menyebabkan seseorang bisa meninggal ketika tidur adalah jantung (Greatist)
Share this

JawaPos.com - Akhir-akhir ini, beberapa kasus menunjukkan seseorang ditemukan meninggal dunia saat sedang tidur. Penyebabnya diduga kuat adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang menyerangnya. Maka dari itu, dalam momentum Hari Tidur Sedunia, cegahlah sebelum terlambat.

Penyakit Jantung Koroner (PJK) bisa dipicu oleh gaya hidup yang tak sehat. Ada banyak faktor penyebab PJK yang sebetulnya dapat dicegah atau dikontrol. Di antaranya, kolesterol, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, merokok, riwayat keluarga (genetik), kurang olahraga, dan stres.

Serangan jantung, paling mudah terkena di pagi hari. Angka ini paling tinggi kejadiannya, saat seseorang baru bangun tidur. Hal itu disebabkan siklus hormon adrenalin paling tinggi di pagi hari.

Jika sangat sakit maka akan membangunkan orang tersebut. Tetapi jika sudah terjadi gangguan irama, maka bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia. Berbagai faktor risiko tersebut dapat dihindari kecuali memang pada faktor genetik dari riwayat keluarga.

"Tidur tiba-tiba meninggal dunia itu karena memang seseorang itu punya PJK. Cuma kenapa saat tidur? Menurut penelitian, serangan jantung terjadi menjelang pagi hari," tegas Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Iwan Dakota kepada JawaPos.com, Jumat (16/3).

Iwan menjelaskan serangan jantung akan sangat fatal. Tentu pengidapnya akan mengalami kejang sesaat lalu tak tertolong

"Pasti sempat kejang tapi itu hitungan detik. Mana sempat minta tolong," ujar Iwan.

Banyak orang, lanjutnya tak sadar sudah terkena penyakit jantung atau jantungnya tak sehat. Apalagi jika hidupnya berisiko serta biasa mengonsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak.

"Mana tahu orang di era modern ini sakit jantung? Tak pernah mengecek kan. Apalagi jika punya faktor risiko dan di atas usia 40 tahun. Karena itu cegah sejak dini," papar Iwan.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up