alexametrics

3 Penyakit Ini Menghantui Pelaku Prostitusi Online

13 Januari 2019, 10:55:49 WIB

JawaPos.com – Gaya hidup pergaulan bebas membuat seseorang rentan terkena risiko penyakit menular seksual. Terlebih mereka yang terlibat dalam prostitusi baik online maupun tidak. Tak hanya itu, berbagai penyakit lainnya juga bisa menghantui akibat gonta-ganti pasangan.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB mengungkapkan pelaku prostitusi harus siap-siap terkena risikonya. Siapapun yang melakukan gonta-ganti pasangan akan berisiko untuk menderita penyakit akibat hubungan seksual termasuk HIV, yang mungkin kurang disadari oleh pelakunya.

“Pernah ada pasien yang datang akibat penyakit hubungan seksual komplain, karena merasa sudah ‘membeli mahal’ kok tetap kena juga. Ya itu masalahnya dengan pemeriksaan darah kita baru tahu apakah seseorang menderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau tidak,” tukasnya krpada JawaPos.com, Minggu (13/1).

1. Ancaman HIV

Pengalaman klinisnya sebagai dokter spesialis penyakit dalam menemukan, pasien dengan HIV terjadi pada semua kalangan. Penyakit ini bisa menulari semua profesi. Ibu rumah tangga (IRT) yang tidak gonti-ganti pasangan pun menderita HIV karena mungkin tertular dari suaminya yang suka jajan di luar.
Seorang ibu muda baik-baik yang akan menikah positif mengidap HIV karena kemungkinan tertular dari mantan pacarnya yang memakai narkoba. Misalnya saat pacaran sewaktu duduk di bangku SMA pernah berhubungan seks beberapa kali.

“Berdasarkan pengalaman ini, untuk memastikan apakah seseorang menderita HIV AIDS, saya tidak akan melihat status sosial pasien tersebut walau sehormat apapun status sosial pasien tersebut,” jelasnya.

Beberapa kali media pernah menguak kehidupan seks para kalangan atas yang bisa membayar mahal untuk berkencan melalui transaksi online. Gonta-ganti pasangan di era kini melalui prostitusi online sepertinya sesuatu hal yang sudah berjalan lumrah.

2. Kanker Serviks

Dari sudut kesehatan gonta-ganti pasangan berisiko penyakit, kelompok penyakit akibat gonta-ganti pasangan ini dimasukan sebagai sexually transmitted disease (STD). Untuk para wanita yang gonta-ganti pasangan selain penyakit STD tadi juga berisiko untuk terjadinya kanker mulut rahim.

“Siapapun yang berhubungan seks dengan dengan seseorang dengan kehidupan seks gonta-ganti pasangan berpotensi menularkan penyakit yang didapat dari pasangan seks sebelumnya,” kata dr. Ari.

3. Hepatitis

Pasien dengan HIV positif atau dengan hepatitis B atau C sama dengan orang normal tanpa infeksi virus tersebut. Ketiga penyakit virus ini merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Yang membedakan bahwa satu dengan yang lain adalah bahwa didalam darah pasien dengan HIV atau pasien dengan hepatitis B atau C mengandung virus tersebut sedang yang lain tidak. Secara fisik terutama sebelum ada komplikasi, kita tidak dapat membedakan siapa yang didalam tubuhnya mengandung virus yang sangat berbahaya tersebut.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads
3 Penyakit Ini Menghantui Pelaku Prostitusi Online