Benarkah Gula Itu Jahat? Kenali Dulu 4 Jenisnya

09/09/2018, 11:20 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Ilustrasi. Kenali ragam jenis gula yang biasa dikonsumsi. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Masyarakat harus merawat kesehatan gigi dengan menyikatnya pada pagi dan malam hari, serta memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.  Biasanya, salah satu masalah gigi dikarenakan terlalu banyak makan makanan manis mengandung gula. Lalu apakah benar semua gula sangat jahat dan berbahaya?

Gula memang merupakan unsur makanan yang sangat dibutuhkan, sebagai salah satu sumber karbohidrat yang paling penting dan paling mudah dicerna untuk memaksimalkan fungsi kerja tubuh dan otak. Gula juga dibedakan menjadi beberapa jenis.

"Apakah semua jenis gula berbahaya, pada dasarnya semua gula punya potensi sebabkan gigi berlubang. Diubah jadi asam oleh mikroorganisme. Namun kalau berbahaya atau tidak terlalu, itu ada level-levelnya," kata Dokter Gigi dan Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc.baru-baru ini.

Tahun ini, melalui tema 'Lindungi Kesehatan Gigi Keluarga dari Risiko Gula Tersembunyi', Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018 memberikan edukasi mengenai pentingnya melindungi kesehatan gigi seluruh anggota keluarga dari risiko gula tersembunyi. Berikut jenis gula yang harus diketahui masyarakat.

Glukosa

Glukosa adalah salah satu bentuk gula yang jahat jika dikonsumsi berlebihan. Gula dalam formasi monosakarida ini merupakan bagian penting dari zat pati tubuh. Glukosa adalah bentuk gula yang sudah larut dalam darah sehingga sering disebut gula darah. Glukosa banyak terdapat di dalam karbohidrat. Itu sebabnya ketika memakan banyak karbohidrat, maka kadar gula darah akan melonjak terutama nasi dan roti.

Fruktosa

Kandungan gula pada fruktosa jauh lebih rendah dibanding glukosa. Fruktosa umumnya terdapat dalam buah dan sayuran. Fruktosa adalah formasi monosakarida dari gula yang memiliki serat yang tinggi. Kandungan serat tinggi ini membuat proses sekresi fruktosa menjadi lebih panjang dan dan tidak mendorong terjadinya proses produksi insulin dalam metabolismenya.

Sukrosa

Banyak terdapat dalam makanan manis. Sukrosa bersifat disakarida karena dalam sukrosa terdapat dua komponen, glukosa dan fruktosa sekaligus. Terdapat juga pada sirup dan tebu. Sukrosa akan meningkatkan kadar gula dalam darah karena adanya kandungan glukosa tinggi di dalamnya, tetapi juga membantu mendorong pembentukan cadangan lemak dan karbohidrat dalam tubuh.

Laktosa

Bentuk gula disakarida dari karbohidrat yang dapat dipecah menjadi bentuk lebih sederhana yaitu galaktosa dan glukosa. Laktosa ada di dalam kandungan susu. Penyerapan laktosa dalam tubuh membutuhkan enzim laktase, yaitu enzim yang ditemukan pada usus. Enzim ini akan menguraikan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa yang kemudian akan diserap di usus halus.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi