Awas Gigi Berlubang, Gula Tersembunyi Diubah Jadi Asam di Rongga Mulut

09/09/2018, 12:30 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Dokter Gigi dan Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc dalam Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018. (Dok. Pepsodent)
Share this

JawaPos.com - Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun harus menggosok gigi sebelum tidur. Sebab, ancaman gigi berlubang bisa saja terjadi karena jenis makanan minuman yang dikonsumsi sepanjang hari. Sekalipun menu yang dikonsumsi itu tidak memiliki rasa manis.

Dokter Gigi dan Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. menjelaskan konsumsi gula berlebih ini salah satunya disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan kehadiran gula tersembunyi dalam makanan dan minuman. Makanan atau minuman yang tidak manis sekalipun dapat mengandung gula tersembunyi penyebab gigi berlubang.

Gula tersembunyi ini bisa hadir sebagai tambahan dalam makanan olahan, maupun secara alami di dalam bahan makanan. Bahkan gula tersembunyi juga hadir di dalam makanan asin.

Khusus mengenai gangguan kesehatan gigi dan mulut, gula tersembunyi berkontribusi sebagai salah satu penyebab utama gigi berlubang. Menurut dr. Mirah, masalah gigi berlubang atau karies, di dalam rongga mulut terjadi perubahan menjadi asam yang disebabkan oleh mikroorganismme.

"Gula yang kita konsumsi diubah oleh mikroorganisme di dalam mulut sehingga kondisi pH mulut otomatis berubah menjadi asam dan proses karies pun terjadi," tukasnya dalam Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018 bersama Pepsodent baru-baru ini.

Selain itu, faktor waktu menjadi hal penting lain yang harus diperhatikan, karena berhubungan erat dengan seberapa seringnya kita mengonsumsi gula, termasuk gula tersembunyi. Namun, proses karies akibat gula ini dapat dikendalikan dengan lebih mewaspadai konsumsi gula dan menginterupsi waktu pembentukan karies dengan rutin menyikat gigi pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.

"Jangan malas menggosok gigi serta berkonsultasi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali,” kata dr. Mirah.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi