JawaPos Radar

20 Miliar Mikroorganisme, Jangan Remehkan Gula Tersembunyi di Mulut

09/09/2018, 13:05 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
kandungan gula, kandungan gula tersembunyi, gigi berlubang, penyebab gigi berlubang,
Dokter Gigi dan Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc dalam Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018. (dok Pepsodent)
Share this image

JawaPos.com - Ancaman gigi berlubang jangan dianggap remeh. Sebab dari semua makanan minuman yang dikonsumsi terdapat gula tersembunyi yang mengancam karies atau gigi berlubang. Di dalam rongga mulut ada miliaran mikroorganisme yang bisa mengubah gula tersembunyi menjadi asam.

Dokter Gigi dan Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. menjelaskan ada banyak anatomi yang terdapat di dalam rongga mulut. Salah satunya ada gigi dan air liur.

"Bentuk anatomi gigi setiap orang berbeda, seseorang yang punya cekungan lebih dalam pada giginya rentan berlubang. Lalu seseorang yang produksi air liurnya lebih sedikit rentan gigi berlubang. Apalagi ditambah tumpukan gula tersembunyi," katanya dalam Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018 bersama Pepsodent baru-baru ini.

Di dalam mulut, terdapat mikroorganisme mengerikan. Menurut drg. Mirah terdapat 20 miliar mikroorganisme yang siap mengubah gula menjadi asam dan menggerogoti gigi.

"Ada 20 miliar yang kalau kita tak sikat gigi 24 jam bisa 5x lipat lebih banyak. Gigi berlubang sangat mudah," jelasnya.

Semua asupan makanan minuman yang memgandung gula akan diubah mikroorganisme menjadi asam. Hal itu membuat kondisi keasaman di mulut menjadi lebih rendah. Faktor waktu pun bisa menentukan kariogenik atau kondisi pembentukan karies di mulut

"Ketika terus menerus makan apalagi manis-manis membuat gula tersembunyi jauh lebih banyak. Tingkat keasaman bisa turun sampai 5,5 atau di bawahnya," jelasnya.

Maka yang bisa diwaspadai adalah membatasi takaran asupan gula tersembunyi. Sebab manusia tidak bisa mengurangi junlah mikroorganisme di dalam mulut. Akan tetapi bisa mencegahnya menjadi jahat dengan rajin menggosok gigi.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up