alexametrics

Waspada, 4 Faktor Ini Jadi Bukti Perempuan Lebih Berisiko Gagal Ginjal

9 Maret 2018, 12:20:28 WIB

JawaPos.com – Penyakit gagal ginjal memang mengkhawatirkan. Ketika sudah mendengar kata cuci darah atau dialisis, pasti membuat masyarakat takut. Ternyata, penyakit degeneratif akibat gaya hidup dan memakan biaya tinggi (katastropik) ini lebih banyak berisiko dialami perempuan. Mengapa?

Ketua Umum Perkumpulan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Aida Lydia, PhD., Sp.PD-KGH, mengungkapkan 50 persen atau separuh perempuan di dunia berisiko terkena penyakit gagal ginjal. Sebab perempuan dinilai lebih sedikit mendapat pelayanan kesehatan dibanding laki-laki.

“Perempuan itu lebih banyak untuk jadi donor saat transplantasi ginjal, tapi perempuan justru lebih sedikit mendapatkan donor transplantasi,” katanya dalam diskusi Hari Ginjal Sedunia 2018: Ginjal dan Kesehatan Perempuan bersama Baxter baru-baru ini.

Ada sejumlah faktor atau kondisi yang menyebabkan perempuan lebih berisiko. Salah satunya kehamilan dan berbagai komplikasi dari penyakit lainnya.

1. Kehamilan
Saat kehamilan ibu bisa mendapatkan komplikasi. Perempuan menghadapi banyak tantangan kesehatan, khususnya ibu hamil penderita Gagal Ginjal Kronis (GGK) yang memiliki risiko kesehatan yang tinggi baik bagi diri sendiri maupun bayi di dalam kandungan.

Perempuan penderita GGK yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan harus menjalani konsultasi pra kehamilan dan pemeriksaan kondisi kesehatan menyeluruh dengan beberapa dokter spesialis, termasuk nefrologis, dokter kandungan, dan bidan. Pada perempuan penderita GGK stadium lanjut, kehamilan menjadi tantangan terbesar karena memiliki tingkat gangguan hipertensi dan kelahiran prematur yang tinggi.

Perempuan penderita GGK dapat berkurang kesuburannya, namun tetap dapat hamil walaupun jarang terjadi saat melakukan dialisis. Dengan pengobatan dialisis, hasilnya akan membaik dengan dialisis yang intensif (harian atau setiap 2 hari sekali). Karena itu dibutuhkan program khusus untuk para perempuan dalam usia produktif.

Sebelum merencanakan kehamilan, ada beberapa kondisi yang harus sangat dipertimbangkan oleh ibu hamil penderita GGK seperti usia, kondisi kesehatan, tekanan darah, sejarah diabetes atau hati, juga seberapa parah kondisi ginjalnya. Ibu hamil sangat rentan terkena penyakit ginjal, seperti penyempitan saluran kemih, pembengkakan ginjal, ginjal kering, infeksi ginjal hingga GGK. Selain itu, mereka juga rentan menderita komplikasi kehamilan yang disebabkan kegagalan ginjal, seperti pre-eclampsia, hipertensi, dan protein dalam urin

2. Lupus
Lupus adalah penyakit autoimun. Lupus sebagian besar menyerang perempuan usia produktif. Dan penyakit lupus bisa berakibat komplikasi ke area ginjal.

3. Infeksi Saluran Kemih
Perempuan lebih mudah terkena infeksi saluran kemih. Sebab saluran kemih perempuan lebih pendek dibanding laki-laki. Hal itu juga bisa memperbesar potensi.

4. Kanker Mulut Rahim atau Kanker Serviks
Seseorang yang menderita kanker serviks bisa terkena komplikasi ke ginjal sampai gagal ginjal. Di samping itu, bisa juga mengalami gangguan ginjal akut.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ika/ce1/JPC)



Close Ads
Waspada, 4 Faktor Ini Jadi Bukti Perempuan Lebih Berisiko Gagal Ginjal