JawaPos Radar

Mikroba di Usus Pengaruhi Bentuk Tubuh, Simak Penjelasan Ahlinya

08/09/2018, 12:24 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Mikroba di Usus Pengaruhi Bentuk Tubuh, Simak Penjelasan Ahlinya
Ilustrasi: Mikroba di usus ternyata mempengaruhi bentuk tubuh seseorang. (boldsky)
Share this

JawaPos.com - Seseorang bisa menjadi sangat gemuk atau bahkan sangat kurus. Jika ditelisik dari saluran pencernaan, ternyata ada mikroba di area usus yang bisa menjadi indikator mengapa seseorang berbadan gemuk, kurus atau normal.

Dalam bukunya, Mikrobioma Usus: Peran Probiotik, Prebiotik, dan Parabiotik, Ketua Tim Pakar Indofood Riset Nugraha IRN sejak 1998, Prof Dr. Ir. FG Winarno, MSc memaparkan kemajuan ilmu dan teknologi dalam analisis mikrobioma usus dan implikasinya bagi penyakit serta teknik
pengobatan.

Prof FG Winarno menjelaskan dalam bukunya bahwa kelompok bakteri yang menghuni usus disebut bakteri flora usus, yang dikenal dengan sebutan mikrobioma usus. Dia membahas peran mikrobioma usus dalam menjaga kesehatan tubuh.

Menurutnya, apabila menguasai ilmu dan teknologi mikrobioma usus, maka seseorang mampu menguasai seluk beluk penyebab suatu penyakit dan bisa menyiapkan amunisi baru untuk menanggulangi timbulnya ancaman kesehatan sekaligus memperpanjang usia bugar yang diidamkan setiap orang.

"Selama ini, para dokter selalu minta sample untuk dianalisa. Selama ini kan untuk tentukan diagnosa selalu dari darah. Maka penelitian melakukan pengembangan ilmu di area usus. Gemuk dan langsingnya seseorang bisa ditentukan mikroba usus," katanya dalam penandatanganan MoU Bantuan Dana Riset Bagi 58 Mahasiswa, baru-baru ini.

Oleh karena itu, seseorang menjadi gemuk karena ada bakteri tertentu di perutnya. Saluran usus ternyata bukan hanya berisi sari makanan dan limbah sisa makanan, tapi juga berbagai jenis bakteri dalam jumlah yang sangat besar. Dalam usus pria dewasa terdapat 1 kilogram (kg) bakteri dan wanita 0,8 kg bakteri. Lebih dari sepertiga masa feses kita terdiri dari bakteri.

Dalam bukunya, ada banyak hal yang bisa mempengaruhi flora usus di tubuh seseorang. Dari mulai stres hingga penuaan dini. Berikut ulasannya.

Kaitan Stres dan Flora Usus

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang mengalami stres. Semua itu mempengaruhi komposisi flora usus. Misalnya, diare terjadi sesaat sebelum ujian atau presentasi. Banyak orang mengalami perut mulas ketika melakukan perjalanan jauh. Hal itu menjadi tanda perubahan flora usus.

Penuaan Dini Juga Dimulai dari Usus

Masa bayi disapih adalah masa yang kritis karena perubahan flora usus sedang terjadi pada masa itu. Selama bayi sehat, flora usus biasanya stabil sampai mencapai flora usus dewasa.

Kemudian, saat dia mencapai usia lanjut, flora usus berubah lagi. Maka betapa pentingnya mempertahankan populasi tinggi bakteri baik untuk kesehatan serta menghambat penuaan.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up