JawaPos Radar

Benarkah Transplantasi untuk Kanker Darah Hanya Cocok dari Keluarga?

07/09/2018, 14:00 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
kanker darah, pengobatan kanker darah,
Konsultan Senior Hematologi PCC Dr. Lim ZiYi menjelaskan berbagai pengertian kanker darah dan leukemia. (PCC)
Share this image

JawaPos.com - Transplantasi sumsum tulang belakang, yang dikenal juga dengan transplantasi sel punca (stem cell) alogenik, adalah salah satu perawatan yang paling efektif untuk mengobati kanker darah. Sel sumsum tulang belakang yang sehat akan diambil dari donor, kemudian ditanamkan pada pasien kanker darah.

Informasi yang beredar selama ini, hanya keluarga yang dapat menyumbangkan sumsum tulang belakang dan prosesnya amat menyakitkan. Artinya keluarga atau orang lain yang bukan sedarah tak bisa mendonor sumsum tulang belakangnya. Benarkah demikian?

Konsultan Senior Hematologi dari Parkway Cancer Centre (PCC), salah satu pusat perawatan kanker swasta terkemuka dari Singapura, dr. Lim ZiYi mengatakan berlawanan dengan informasi yang beredar tidak benar. Kenyataannya pasien bisa mendapatkan sel punca dari donor yang tidak memiliki hubungan darah. Sehingga bisa diperoleh dari orang lain yang tak mempunyai hubungan keluarga.

"Atau bahkan mendapatkan sel punca hematopoetik (haemotopoietic stem cells/HSC) dari stok darah tali pusat yang tersimpan di bank darah tali pusat, berbeda dengan mitos yang ada,” kata Dr. Lim ZiYi, yang membantu mengembangkan salah satu pusat transplantasi sel punca hematopoietik alogenik terbesar di Eropa dalam konferensi pers, Kamis (6/9).

Proses donasi sumsum tulang belakang merupakan prosedur bedah yang menempatkan donor di bawah kondisi bius total dan biasanya hanya membutuhkan waktu satu hari. Beberapa donor mungkin mengalami rasa sakit atau kelelahan sebagai efek samping dari proses pemberian obat/terapi beberapa hari sebelum operasi, yang berfungsi mendorong produksi sel darah mereka.

"Namun, kebanyakan donor merasa baik-baik saja setelah proses donasi sumsum tulang belakang dilakukan,” sambung dr. Lim.

Transplantasi sel punca adalah sebuah terapi medis yang rumit dan mutakhir, serta telah menjadi opsi perawatan krusial yang kami tawarkan pada para pasien di PCC Haematology and Stem Cell Transplant Centre. Pihaknya menangani rata-rata 50 kasus tiap tahun, termasuk kasus transplantasi dengan donor dari diri sendiri (autologous) maupun transplantasi alogenik yang lebih rumit.

”Dengan kemahiran kolektif yang dimiliki para dokter onkologi kami dan tim paramedis profesional yang berasal dari berbagai disiplin medis, PCC hadir untuk membantu meningkatkan pemahaman pasien akan kanker, opsi perawatan yang ada, dan yang paling penting, menyediakan perawatan kesehatan terbaik,” tutupnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up