alexametrics

Cerme-Manyar Terbanyak Temuan Bayi Berat Lahir Rendah

Dinkes Fokus pada Dua Wilayah Tersebut
7 Maret 2017, 16:43:16 WIB

JawaPos.com – Kelahiran bayi dengan berat di bawah normal masih menjadi persoalan. Dikatakan di bawah normal bila berat badannya kurang dari 2500 gram. Setiap tahun, terdapat ratusan bayi berat lahir rendah (BBLR). Meski jumlah kasusnya turun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik tetap menyiapkan antisipasi.

Berdasar data dinkes, ada 462 bayi lahir dengan kondisi BBLR pada 2015. Jumlahnya turun drastis pada 2016. Terdapat 210 bayi lahir di bawah 2.500 gram. (selengkapnya lihat grafis).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik dr Ummi Khoiroh menuturkan, banyak kejadian BBLR dijumpai pada ibu hamil (bumil) yang mengalami kurang energi kronik (KEK). Cirinya, ukuran lingkar lengan atas (lila) kurang dari 23,5 sentimeter. Selain itu, BBLR kerap terjadi ketika kehamilan yang tidak sampai 40 minggu. ’’Kebanyakan, ibu hamil yang melahirkan BBLR, bertubuh kurus,’’ jelasnya.

Cerme-Manyar Terbanyak Temuan Bayi Berat Lahir Rendah
Jumlah Bayi BBLR di Gresik Dua Tahun Terakhir (Grafis: Andrew/Jawa Pos/JawaPos.com)

Tahun lalu, lanjut Ummi, jumlah kasus BBLR sempat turun drastis. Dinkes melakukan pemetaan wilayah temuan terbanyak BBLR. Hasilnya, wilayah Cerme dan Manyar menjadi daerah dengan jumlah kasus BBLR terbanyak. ’’Seksi kesehatan ibu dan anak (KIA) dan gizi berfokus di dua wilayah itu,’’ katanya. ’’Distribusi pemberian makanan tambahan (PMT) di dua wilayah tersebut menjadi prioritas,’’ ungkapnya.

Ummi menjelaskan, pemeriksaan kehamilan rutin menjadi cara mencegah terjadinya bumil KEK. Terutama soal gizi ibu yang harus terpantau secara berkala. ’’Harus rutin konsultasi gizi,’’ ucapnya.

Bila sudah telanjur melahirkan, petugas gizi akan berfokus memantau perkembangan bayi melalui kartu menuju sehat (KMS). Bayi harus mendapatkan asupan ASI eksklusif sejak awal. ’’Dibantu dengan PMT untuk bayi,’’ ujarnya.

Dokter spesialis anak RSUD Ibnu Sina dr Wiweka Merbawani SpA mengungkapkan, jumlah bayi dengan kondisi BBLR cukup tinggi. Dalam sebulan, terdapat 20 bayi baru lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram di rumah sakit. Dia mengaku pernah menangani kasus BBLR dengan berat hanya 650 gram. Sayang, bayi tersebut tidak bisa diselamatkan. Yang terakhir, berat badannya hanya 750 gram. ’’Yang satu ini akhirnya berkembang dengan bagus,’’ tuturnya.

Mantan kepala Puskesmas Sekapuk itu menyebutkan, bayi yang terlahir berat badan rendah dirawat dalam inkubator. Suhunya bisa lebih terjaga. Yang jelas, asupan makanan berupa ASI eksklusif harus terpenuhi. ’’Diperlukan dukungan dari semua pihak. Terutama keluarga,’’ jelasnya. Dia menyatakan, perkembangan bayi harus terpantau selama berada dalam inkubator. Mulai perkembangan berat badan, nafsu makan, hingga keaktifan si bayi. (adi/c23/ai/sep/JPG)

Editor : Suryo Eko Prasetyo

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads
Cerme-Manyar Terbanyak Temuan Bayi Berat Lahir Rendah