JawaPos Radar

Mengenal Stroke Perdarahan

05/05/2017, 16:45 WIB | Editor: Dwi Shintia
Mengenal Stroke Perdarahan
Ilustrasi (Pixabay)
Share this

Dari dua jenis stroke, yaitu stroke penyumbatan dan perdarahan, stroke perdarahan adalah yang paling menakutkan. Karena tidak mempunyai gejala khas, serangannya datang tiba-tiba, hingga membuat koma dan kehilangan nyawa. Angka kejadian stroke perdarahan di Indonesia berbeda dengan Negara barat. Spesialis bedah saraf Surabaya Neuroscience Institute dr Asra Al Fauzi SpBS mengatakan, berdasarkan data epidemologi Negara-negara barat, stroke perdarahan hanya 10-15 persen dari semua jenis kasus stroke.

Asra mengatakan, stroke perdarahan adalah pecahnya pembuluh darah dalam otak. Kondisi ini jelas berbeda dengan jenis stroke satunya, yaitu stroke iskemik atau penyumbatan yang banyak dijumpai dengan gejala kelumpuhan bagian tubuh. ’’Stroke perdarahan itu lebih fatal. Bayangkan saja bila pembuluh darah pecah, lalu masuk jaringan otak, dan merusak sel-sel otak,’’ papar Asra.

Oleh karena itu, hampir semua orang yang terserang stroke perdarahan datang ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar alias koma. Pola tersebut terjadi pada pasien dengan segala usia. Baik tua maupun muda, pasien stroke perdarahan selalu datang ke rumah sakit dengan kondisi lumpuh total, kesadaran menurun, hingga koma. ’’Kalau keadaannya sudah parah, ada yang nyawanya tidak tertolong,’’ ucapnya.

Stroke perdarahan memang tidak memandang usia. Tapi penyebab stroke perdarahan berdasarkan usia bisa berbeda. Untuk orang yang usianya matang (45 tahun keatas), biasanya stroke perdarahan terjadi karena hipertensi. Dimana pembuluh darah terkikis menjadi tipis seiring dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Akhirnya bocor dan pecah. Berbeda dengan anak-anak muda yang terkena stroke perdarahan. Biasanya penyebabnya adalah kelainan pembuluh darah. Dua kelainan yang paling sering adalah aneurisma dan Arteriovenous Malformation (AVM). Yang perlu dipahami, kedua kelainan ini berbeda.

Aneurisma otak adalah timbulnya bentukan seperti balon di dinding pembuluh darah dengan dinding yang lemah sehingga mudah pecah. Sedangkan AVM otak sering dikenal dengan varises otak dimana terjadi anyaman pembuluh darah abnormal dengan dinding yg mudah pecah antara pembuluh darah arteri dan vena. ’’Dari dua kelainan pembuluh darah ini, yang sering terjadi adalah aneurisma,’’ ucap pria yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Unair tersebut. (ina/tia)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up