alexametrics

Penuhi UGD, Sakit Jantung Hingga Gula Darah Sering Muncul Usai Lebaran

4 Juni 2019, 10:49:15 WIB

JawaPos.com – Berbagai hidangan Lebaran akan menggoda siapa saja. Jika tak membatasi diri tentu akan berlebihan. Pernahkah sebelumnya mengecek kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol? Maka berhati-hatilah dengan hidangan Lebaran.

Ahli Endoskopi Gastrointenstinal yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, menjelaskan berbagai penyakit kronik umumnya cenderung akan mengalami kekambuhan setelah lebaran. Selain kue kering, hidangan makananan juga banyak yang mengandung santan serta lemak, yang bisa memicu penyakit. Apalagi jika makanan tersebut dimasak berulang-ulang sehingga lemak jenuhnya semakin tinggi dan ini sudah tidak baik untuk kesehatan.

Berbagai minuman kaleng yang bersoda juga disediakan selama lebaran. Tentunya makanan-minuman ini jika dikonsumsi oleh seseorang yang sudah mempunyai penyakit kronik, sehingga hal ini akan menyebabkan penyakitnya mengalami kekambuhan.

Misalnya, pasien dengan penyakit kencing manis akan cenderung gula darahnya menjadi tidak terkontrol. Bahkan, tekanan darah bisa menjadi tidak terkontrol. Pasien dengan hiperkolesterol atau asam urat tinggi maka keadaan kolesterol dan asam urat tingginya menjadi bertambah parah.

Dan pasien yang sudah obesitas dan jika saat berpuasa sudah mengalami penurunan berat badan sehabis Lebaran cenderung berat badannya kembali seperti sebelum puasa. Sebaliknya, jika pola makannya tidak terkontrol selama Lebaran bahkan berat badannya akan bertambah melonjak.

“Oleh karena itu pada minggu pertama-pertama setelah Lebaran pasien-pasien yang datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit biasanya karena diare serta berbagai penyakit kronis yang mengalami kekambuhan hipertensi yang tidak terkontrol bahkan sampai stroke atau serangan jantung serta gula darah yang tidak terkontrol,” tukas dr. Ari kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Maka, kata dia, antisipasi dengan berbagai penyakit pasca Lebaran merupakan hal yang penting. Menurutnya, seseorang harus selalu ingat bahwa rangkaian Lebaran dengan berbagai aktivitas akan membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Begitu juga proses mudik dan balik dari mudik merupakan rangkaian perjalanan yang melelahkan.

“Sehingga tentunya masyarakat harus waspada dan tetap melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit pasca Lebaran. Istirahat cukup dan kasih waktu untuk beristirahat 1 hari sebelum melaksanakan kerja rutin,” ujarnya.

Dia mengingatkan pola pengendalian diri dalam membatasi asupan Lebaran akan bisa mencegah kekambuhan atau munculnya penyakit kronis. Tetap memerhatikan untuk membatasi makan yang terlalu asin atau terlalu manis.

Secara teori setelah puasa Ramadan, seseorang yang berpuasa seharusnya memiliki kesehatan prima karena pada saat puasa tubuh sudah melakukan proses detoksifikasi, pengontrolan gula darah dan kolesterol. Maka tercapainya ketenangan jiwa yang optimal sehingga manusia yang berpuasa akan dilahirkan sebagai seorang bayi dengan kondisi yang prima.

“Tapi faktanya banyak juga masyarakat yang mendapatkan sebaliknya setelah puasa terjadi gangguan kesehatan bahkan sampai mengalami kecacatan dan kematian,” tutupnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani