JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ayo Kontrol Berat Badan! Jangan Sampai Obesitas Jadi Pembunuh

01 Januari 2018, 11:46:26 WIB | Editor: Mochamad Nur
Ayo Kontrol Berat Badan! Jangan Sampai Obesitas Jadi Pembunuh
Ilustrasi seorang anak yang mengalami obesitas menjalani perawatan di sebuah rumah sakit (Pixabay.com)
Share this

JawaPos.com – Kegemukan atau obesitas saat ini semakin banyak dialami masyarakat. Pola hidup tak sehat seperti kurang bergerak dan asupan makanan berlebih, membuat lemak menumpuk di tubuh. Bahkan yang terekstrim, ada sejumlah kasus obesitas diakhiri dengan kematian.

Ingat Yudi Hermanto, 33, pemuda asal Karawang yang bekerja di tempat catering meninggal dunia. Yudi memiliki bobot 310 kilogram. Yudi meninggal setelah dirawat selama sepekan di rumah sakit. Penyebabnya sesak napas dan kejang-kejang.

Lalu ada juga kasus remaja penderita obesitas, Wahid Zeananda, 19, yang mengembuskan napas terakhirnya saat tidur pada 26 September 2016. Wahid yang mempunyai bobot 180 kilogram dan sempat menjalani perawatan di RSUD Kardinah Kota Tegal.

“Obesitas tak membunuh seketika, bertahap, pasti enggak langsung 300 kilogram,” tegas Ahli Gizi Universitas Indonesia (UI) ) Dr. Tirta Prawitasari, MSc, SpGK, Minggu (31/12).

Ahli Gizi UI lainnya, Prof. Dr. Endang L. Anhari Achadi, MPH, Dr.PH menjelaskan obesitas bisa menyebabkan seseorang mengalami gagal jantung. Sebab ketika seseorang berbobot besar, jantung mempunyai peran besar sekali menyampaikan sirkulasi darah ke seluruh tubuh.

“Yang dialiri jantung kan besar sekali bebannya,” kata Endang.

Sehingga lemak yang tinggi membuat organ tertutup, beban menjadi berat. Sesak napas yang dialami seseorang dengan obesitas bisa karena gagal jantung, atau paru-paru, dan kegagalan sirkulisasi.

“Ada faktor-faktor hormonal endokrin juga yang membuat tubuh bengkak tak terkontrol,” jelasnya.

Kuncinya, kata Endang, adalah dengan selalu mengecek berat badan minimal 1 bulan sekali. Selain itu pedoman makan gizi seimbang juga harus dipenuhi.

“Jika makan dengan konsep gizi seimbang sejak awal sebetulnya enggak masalah. Lalu jangan lupa memonitor berat badan ideal. Sebetulnya tiap bulan bagus,” tegas Endang. 

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up