JawaPos Radar | Iklan Jitu

Latar Belakang Ekonomi Bukan Alasan Pola Asuh Anak Berantakan

21 November 2018, 13:40:10 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
pola asuh anak, tips didik anak,
Ilustrasi pola asuh anak. Ternyata pola asuh anak bisa menguatkan karakternya demi mencapai kesuksesan. (Montessori Academy)
Share this

JawaPos.com - Tak semua anak lahir dalam keluarga dengan latar belakang ekonomi berkecukupan. Beberapa anak yang berasal dari keluarga miskin seringkali tidak terperhatikan lantaran orang tuanya memiliki banyak keturunan. Namun banyak juga anak sukses justru berasal dari keluarga miskin, lantaran anak dari keluarga mampu terlalu berleha-leha.

Pola asuh orang tua adalah kuncinya. Tak harus anak tersebut berasal dari keluarga mampu ataupun dari keluarga kurang mampu. Dalam momentum Hari Anak Sedunia, Psikolog Anak dan Keluarga Vera Itabiliana Hadiwidjojo meminta para orang tua dari keluarga manapun agar tepat mendidik anak. Sebab pola asuh akan mempengaruhi karakter anak dalam tumbuh kembangnya hingga dewasa.

Vera menegaskan orang tua yang berkecukupan tetap menghindari untuk memanjakan anak dengan materi. Anak tetap harus berusaha jika dia ingin mendapatkan sesuatu.

"Misalnya dengan menabung, punya nilai baik di sekolah, dan lainnya. Sehingga anak tetap harus berusaha," katanya kepada JawaPos.com, Selasa (20/11).

Selain itu, kata dia, orang tua dari latar belakang ekonomi kurang mampu juga harus tetap memotivasi anaknya. Anak tetap bisa berprestasi dari dorongan semangat orang tuanya.

"Orang tua yang kekurangan pun tetap mendorong anak untuk meraih apa yang dia inginkan. Tidak dipatahkan karena kondisi ekonomi semata. Jika ada kemauan pasti ada jalan," paparnya.

Menurutnya Hari Anak Sedunia nomentum untuk mengevaluasi kembali sejauh mana orang tua telah mencapai pemenuhan hak-hak anak di seluruh Indonesia. Mulai dari orangtua, sekolah, masyarakat dan pemerintah mempunyai peran dalam hal ini karena anak menjadi tanggung jawab semuanya. Semua dapat menjadi pelindung anak, tidak pandang itu anak siapa meskipun tanggung jawab utama tetap ada di pundak orang tua.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up