← Beranda

Kenali Gejala Atychiphobia, Kondisi Seseorang yang Takut Akan Gagal Secara Berlebihan

Muhammad Irvan Aditya SudarwantoJumat, 10 Oktober 2025 | 20.20 WIB
Analysis paralysis sering membuat seseorang menunda keputusan karena takut gagal dan terlalu banyak berpikir./Freepik.

JawaPos.com -  Pernahkah kamu takut akan gagal walaupun mencoba saja belum? atau bahkan mimpi yang kamu inginkan selama ini sengaja kamu kubur karena tidak siap apabila yang diterima adalah kegagalan? Jika pernah, bisa jadi kamu sedang berhadapan dengan atychiphobia. 

Atychiphobia, merupakan kondisi dimana seseorang mengalami rasa takut berlebihan akan gagal yang secara perlahan akan menghambat langkah serta potensi diri. 

Sebagai contoh, seseorang yang khawatir ia tidak lolos seleksi, alih-alih berusaha mengeluarkan potensi terbaiknya dan belajar sungguh-sungguh, ia malah mengurungkan niat untuk tidak mengikuti ujian seleksi sama sekali. 

Tidak hanya itu, Kondisi ini juga akan menyebabkan dampak yang cukup serius terhadap kesehatan mental apabila tidak segera ditangani.

Baca Juga: Saksi Kasus Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan Klaim Aset yang Disita KPK Hasil Warisan, Minta Dikembalikan

Salah satu ciri yang mendasar akibat gejala ini yaitu berkeringat, tubuh gemetar, napas terengah-engah, jantung berdebar kencang, hingga nyeri pada dada. 

Penyebab Atychiphobia sangat beragam. pada umumnya, penyebabnya hampir mirip dengan gejala perfeksionisme, kondisi dimana ingin menyelesaikan sesuatu dengan baik sempurna.

Dikutip dari hellosehat.com, berikut beberapa penyebab diantaranya yaitu: 

Pengalaman buruk di Masa Lalu

Dalam beberapa kasus fobia akan kegagalan dapat berakar dari pengalaman traumatis di masa lalu. 

Rasa takut yang berlebihan dapat muncul ketika seseorang pernah mengalami kegagalan dengan konsekuensi yang cukup berat. Contohnya seperti melakukan kesalahan saat bekerja hingga akhirnya berakhir dipecat.

Rendahnya Rasa Percaya Diri 

Tingkat percaya diri yang rendah seringkali dirasakan oleh penderita atychiphobia. rasa percaya diri yang kurang ini membuat mereka merasa tidak mampu dalam mengatasi dinamika kehidupan. 

Tekanan Lingkungan 

Tekanan yang timbul dari lingkungan sekitar baik teman maupun keluarga dapat menjadi faktor utama munculnya atychiphobia. Tuntutan dan harapan yang kerap kali tak masuk akal dari lingkungan dapat menumbuhkan rasa takut akan gagal bagi setiap individu.

Riwayat Keluarga

Fobia juga bisa muncul karena pola asuh orang tua. Karena pada dasarnya anak akan mengikuti perilaku orang tuanya, jika orang tua memiliki ketakutan terhadap kegagalan, dan anak tidak dididik untuk tangguh dalam menghadapi kenyataan pahit tersebut. anak akan berisiko mengalami hal yang serupa. 

Cara Mengatasi Atychiphobia

Seperti yang kita tahu, ketakutan berlebih terhadap kegagalan dapat menghambat hidup seseorang. Lalu apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut? berikut penjelasannya disadur dari alodokter.com, 

  • Berteman dengan orang yang bisa mendorong dan mendukung ke arah positif

  • Melihat kegagalan sebagai sebuah kesempatan untuk belajar dan tantangan yang harus diatasi, bukan ancaman

  • Mencoba bertanya pada diri sendiri sebelum memutuskan sesuatu, “apa yang harus saya lakukan bila hasilnya buruk?” atau “apa yang bisa saya lakukan untuk menghadapi tantangan yang ada?”

  • Menghindari self-talk negatif yang bisa merusak kepercayaan diri dan usahakan berpikir optimis pada diri sendiri

  • Menyadari bahwa beberapa kegagalan memang tidak bisa dihindari dan berlatihlah untuk memaafkan diri sendiri saat gagal

  • Berfokuslah pada proses perjalanan dan pembelajaran yang didapat dari usaha yang telah dilakukan.

  • Mencoba latihan mindfulness dan relaksasi agar tetap merasa tenang dan mengurangi rasa cemas, misalnya meditasi atau latihan pernapasa

Jika anda sering konsumsi berkafein atau alkohol, sebaiknya segera kurangi mengonsumsi hal tersebut karena malah akan memperburuk stres serta menambah kecemasan. 

Selain itu, dengan makan makanan yang sehat, tidur yang cukup, serta aktif dalam beraktivitas fisik turut membantu untuk mengatasi gejala ini. 

EDITOR: Hanny Suwindari