← Beranda

Jauhi Kegemukan, Penyelamatan Orang Obesitas Bisa dengan Potong Usus

Nurul Adriyana SalbiahSenin, 29 Oktober 2018 | 14.25 WIB
Ilustrasi orang yang mengalami obesitas. Lemak obesitas bisa picu sesak napas hingga kematian.

JawaPos.com - Beberapa kasus orang dengan obesitas kerap muncul. Baru-baru ini ada Selvia Dwi Susanti, gadis remaja 15 tahun berbobot 179 kilogram asal Lamongan. Selvia berhenti sekolah sejak kelas 4 MI (Madrasah Ibtidaiyah) karena sulit beraktivitas dan malu akibat bobot tubuhnya.


Jauh sebelum Selvia, ada Arya Permana, bocah laki-laki asal Karawang yang sempat memiliki bobot tubuh 192 kilogram ketika dua tahun lalu. Tapi kini berat badannya sudah turun lebih dari 61 kilogram atas kesungguhannya ingin kurus.


Lalu, ada pula almarhum Yudi Hermanto, pria asal Karawang dengan bobot 310 kilogram yang meninggal setelah mengalami obesitas dan sesak napas. Tentu ada hikmah dan pelajaran dari kasus-kasus itu untuk mencegah tubuh dari kegemukan.


"Lemak itu, jika sampai ke leher dampaknya akan sesak napas, berisiko gangguan jantung, gula darah naik, hingga meninggal dunia," kata Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof. Dr. Hardinsyah, MS, baru-baru ini.


Prof Hardinsyah mencontohkan kasus Arya Permana bisa diterapkan untuk menyelamatkan Selvia dari obesitas. Yaitu dengan memotong ususnya.


"Seperti Arya itu kan sudah enggak bisa kurus sebelumnya akhirnya dioperasi ususnya, lambungnya, solusinya memang itu," katanya.


Prof Hardinsyah tidak percaya sepenuhnya jika Selvia kegemukan hanya karena sering makan kerupuk. Pasti riwayat bertambah bobotnya sudah terus menerus melonjak sejak beberapa tahun terakhir.


"Sebab 1 kerupuk putih 17 Agustus itu paling hanya 100 kalorinya. Kalau kerupuk udang 1 buah 20 kalori. Lalu kalau mi instan 300-400 kalori per porsi," ungkapnya.


Anak-anak umumnya memiliki kebutuhan kalori sehari 1600-1800 kalori. Maka orang tua diminta untuk bijaksana dalam memilihkan menu makanan untuk buah hati agar mencegah obesitas.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah