← Beranda

Butuh Semangat Untuk Sembuh, Ini Tips Merawat Pasien Kanker

Nurul Adriyana SalbiahSelasa, 18 Oktober 2022 | 20.49 WIB
Photo
JawaPos.com - Pasien kanker umumnya merasakan perasaan putus asa dan rendah diri. Mereka memerlukan semangat dan dukungan keluarga agar tetap optimis untuk sembuh. Dukungan itu dinamakan sebagai dukungan paliatif yakni di mana keluarga mau mendengar dan mendampingi pasien kanker dengan segala keluhannya.

Dalam Hari Paliatif Internasional tahun 2022 di tanggal 08 Oktober, kampanye perawatan paliatif merupakan pendekatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kenyamanan pasien, keluarga, serta care giver. Perawatan diberikan melalui penanganan dan pencegahan rasa nyeri serta keluhan fisik lainnya, berikut isu psikologis, sosial, dan spiritual.

"Perawatan paliatif sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup dan rasa nyaman pasien, termasuk dukungan bagi keluarga. Perawatan paliatif juga tidak terbatas hanya diberikan pada pasien kanker stadium tertentu, namun dapat dimulai di stadium awal dan juga pada kondisi non-kanker," kata Koordinator Perawatan Paliatif MRCCC Siloam Hospitals Semanggi dr. Venita Eng M.Sc.CT., dalam Live Instagram 'Never Alone : Tips Mendampingi Pasien Kanker di Masa Sulit' baru-baru ini.

Berikut adalah tips merawat pasien kanker dengan perawatan paliatif atau dukungan keluarga untuk pasien kanker. Tujuannya adalah demi kenyamanan pasien.

1. Melibatkan Pelayanan Multidisiplin Plus Rohaniawan

Perawatan sebaiknya melibatkan tim multidisiplin, yaitu dokter dari berbagai layanan spesialis, perawat, tim holistic care, relawan, serta rohaniawan. Tim multidisiplin ini akan merawat para pasien kanker agar lebih nyaman dalam menjalani masa sulit sejak awal diagnosis, hingga masa akhir kehidupan, atau 'end of life', hingga masa kedukaan keluarga.

2. Ahli Gizi Juga Diperlukan

Penanganan paliatif mengikuti kondisi dan kenyamanan pasien. Pasien kanker biasanya mengalami dampak pengobatan yakni tak selera makan. Maka perlu terintegrasi antara dokter, perawat, fisioterapis, petugas sosial medis, psikolog, dan ahli gizi.

3. Kesediaan Mendengar Keluhan

Menurut dr. Venita prinsip perawatan paliatif adalah menghargai setiap kehidupan dan proses kematian dari setiap manusia sebagai proses yang normal. Prinsip lainnya adalah menghargai keinginan pasien dalam mengambil keputusan, berupaya menghilangkan nyeri dan keluhan lain yang mengganggu, serta mengintegrasikan aspek psikologis, sosial, dan spiritual dalam perawatan pasien dan keluarga. Keluarga harus memiliki sikap peduli terhadap pasien (empati), menghargai pasien sebagai seorang individu yang unik, memiliki pengetahuan dan ketrampilan medis, serta memperhatikan aspek komunikasi dan kultural terkait seperti etnis, ras, agama, dan faktor budaya lain yang bisa mempengaruhi penderitaan pasien.

"Persetujuan dari pasien dan atau keluarganya adalah mutlak diperlukan sebelum perawatan paliatif dilakukan," kata dr. Venita.
EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah