JawaPos.com - Para orang tua diminta untuk waspada terkait munculnya gejala awal hepatitis misterius pada anak. Gejala awal saat di rumah umumnya ditandai dengan diare, mual, dan muntah. Jika sudah gejala stadium lanjut, umumnya gejala lebih berat lagi hingga dapat berujung hilangnya kesadaran dan kejang.
Ahli Spesialis Anak dari RS Cipto Mangunkusumo-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (RSCM-FKUI) Prof Hanifah Oswari mengatakan pasien anak yang mengeluhkan gejala saat di rumah paling banyak ditandai dengan diare, mual, dan muntah. Sedangkan saat di rumah sakit, gejala lanjutan yang muncul adalah tubuh berwarna kuning.
“Saat di RS gejala yang muncul yakni tubuh kuning, kesadaran menurun. Buang air kecil seperti teh, dan warna feses atau BAB seperti dempul keputihan,” paparnya dalam akun YouTube CME FKUI, baru-baru ini.
Hal itu terjadi karena anak mengalami peradangan hati atau kegagalan hati. Hingga kini, hepatitis misterius belum diketahui apa penyebabnya. Menurut Prof Hanifah, ada berbagai hipotesis yang muncul.
“Masih dipertimbangkan antara Adenovirus dan Covid-19, atau memang koinfeksi (gabungan), bisa adenovirus positif atau salah satunya negatif,” jelasnya.
Selama ini, kata dia, virus adenovirus 41 itu paling sering ditemukan pada kasus diare, muntah, demam, gangguan pernapasan. Namun, Adenovirus 41 tak pernah ditemukan atau bisa sebabkan hepatitis akut berat.
“Akan tetapi, bisa saja virus ini menempel di sel-sel hati, jaringan ikat, epitel, atau sel darah putih. Adenovirus bisa menempel atau memilih tempat tertentu. Dan penularannya lewat fecal oral dan pernapasan atau lewat gejala saluran napas,” ungkapnya.
Maka dari itu masyarakat disarankan tetap melakukan pencegahan seperti protokol kesehatan. Misalnya dengan memakai masker dan juga rajin mencuci tangan dengan sabun serta Pola Bersih Hidup dan Sehat (PHBS).