JawaPos.com - Anak tak cukup tumbuh besar, tetapi harus sehat, berkualitas dan ceria. Jangan sampai anak mengalami Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), gizi buruk atau malnutrisi dan penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Pneumonia, TB Paru dan Diare.
Dokter Spesialis Anak di Klinik Bamed Bintaro dr. Melisa Lilisari, SpA, MKes, mengatakan terdapat 2 aspek penting yang harus diperhatikan untuk mengetahui ada tidaknya masalah dalam tumbuh kembang anak. Apa saja?
1. Aspek Pertumbuhan
Mengukur anak sehat lewat fisiknya. Yaitu meliputi angka berat badan anak, tinggi badan anak, dan lingkar kepala anak. Hal ini sangat penting dilakukan rutin setiap bulan terutama pada 2 tahun pertama untuk mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan yang menandakan adanya permasalahan nutrisi sedini mungkin, sehingga dapat dilakukan intervensi.
"Caranya adalah dengan memasukkan angka berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala pada grafik pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin," jelasnya.
2. Aspek Perkembangan
Aspek ini menilai peningkatan kemampuan atau kepintaran seorang anak yang dapat dikorelasikan dengan penilaian terhadap maturitas fungsi organ atau kualitas organ anak. Ada 4 komponen yang harus dinilai apakah anak berkembang sesuai dengan tahapan pencapaian anak seusianya dengan penilaian yaitu motorik kasar, motorik halus, kemampuan komunikasi atau berbicara, sosial dan kemandirian.
"Untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai atau tidak dengan anak seumurannya dan untuk
mendeteksi secara dini adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan, sudah pasti akan dilakukan oleh dokter spesialis anak ketika kunjungan biasa atau kunjungan vaksinasi," ungkapnya.
Orang Tua Wajib Memantau
Orang tua juga dapat membantu memantau tumbuh kembang dengan memasukkan penilaian ke dalam aplikasi Primaku dari IDAI yang dapat di-download secara bebas. Dengan cara itu, orang tua dapat memastikan apakah pertumbuhan dan perkembangan anaknya sudah baik atau belum.
Pemberian nutrisi yang baik untuk anak juga harus diberikan pada masa pertumbuhan. Pada prinsipnya nutrisi anak yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan adalah komponen makronutrien yaitu karbohidrat, protein, lemak, dan komponen mikronutrien (berbagai jenis mineral dan vitamin yang terkandung dalam sayur dan buah yang beragam),” jelasnya.
“Pada masa pandemi seringkali orangtua khawatir untuk membawa buah hatinya ke fasilitas kesehatan untuk
melakukan vaksinasi dan kontrol. Hal ini harus dihindari karena vaksin pada anak tetap menjadi prioritas, untuk menghindari munculnya kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah dieradikasi karena vaksin,” ujar dr. Melisa.