---
MUNGKIN tidak ada seorang pun yang menduga cincau mempunyai khasiat untuk kesehatan. Padahal, seorang peneliti India telah menulis artikel tentang tanaman cincau Cyclea barbata dari suku Menispermaceae pada 1984. Artikel itu menyebutkan bahwa mengonsumsi jeli Cyclea barbata sudah dikenal di Jawa untuk mengatasi gangguan perut dan pencegahan demam. Sumber lain menyebutkan pemakaian cincau untuk mengatasi kembung, luka lambung, dan pengobatan kanker.
Cincau sebenarnya dibuat dari perasan air daun tanaman yang membeku menjadi ’’jeli” pada suhu kamar. Ada cincau hitam yang berasal dari Mesona procumbens, Mesona palustris, dan Mesona chinensis dari suku Lamiaceae. Kemudian, ada juga cincau hijau dari tanaman Cyclea barbata dan Cocculus orbiculatus dari suku Menispermaceae. Tanaman jenis Cyclea mudah tumbuh dan membutuhkan sinar matahari yang cukup. Memperbanyaknya cukup dengan setek batang.
Di Indonesia ada juga yang menamai cincau dengan janggelan untuk yang hitam, camcao, atau camcauh. Nama tersebut berasal dari dialek Tionghoa ’’sienchau” atau “xian cao”. Di Singapura dikenal dengan sebutan ”chinchow”.
Manfaat Cincau Hijau
Peneliti menaruh perhatian pada khasiat tanaman Cyclea barbata penghasil cincau hijau. Peneliti gabungan Singapura dan Selandia Baru menemukan komposisi pada ’’jeli” cincau, yaitu yang terbanyak adalah karbohidrat, protein, dan mineral. Kandungan mineral itu, antara lain, kalsium, zinc, dan magnesium.
Peneliti Indonesia juga mempelajari efek ekstrak etanol daun Cyclea barbata sebagai antioksidan. Itu berkaitan erat dengan aktivitas antikanker yang ditemukan peneliti lain. Antioksidan berarti dapat melawan keberadaan radikal bebas yang merusak sel tubuh. Hasil uji menunjukkan kandungan flavonoid sebagai antioksidan yang kuat. Khasiat itu berkaitan dengan kemampuan mempertahankan dan meningkatkan imunitas serta sebagai antitumor. Zat bioaktif lain adalah alkaloid, tannin, saponin, steroid, dan minyak asiri. Zat-zat tersebut juga berkhasiat untuk kesehatan.
Peneliti Indonesia juga membuktikan khasiat imunomodulator cincau Cyclea barbata. Penelitian tersebut fokus mempelajari khasiat berbagai ekstrak daun cincau. Hasilnya, ekstrak dalam pelarut etil asetat menunjukkan aktivitas imunomodulator (pendongkrak imun tubuh) yang terkuat.
Aktivitas tersebut diduga merupakan hasil kerja bersama zat kandungan pada daun. Ada dugaan kandungan bioaktif golongan fenolik dan turunannya yang bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas limfosit, seperti aktivitas fagositosis sel makrofag. Makrofag adalah jenis sel darah putih pada sistem imun yang berperan pada proses fagositosis. Yaitu, menangkap dan mencerna segala bentuk protein yang mengganggu kesehatan sel. Contohnya adalah sel kanker, benda asing yang berbahaya bagi kesehatan, atau mikroba. Hasil penelitian itu makin menguatkan potensi pengembangan daun cincau sebagai suplemen atau obat.
Obat Alzheimer
Potensi cincau Cyclea barbata sebagai kandidat obat Alzheimer cukup menjanjikan. Hasil penelitian telah dipublikasikan pada jurnal terbitan 2021 tentang aktivitas penghambat cholinesterase (cholinesterase inhibitor) kandungan cincau. Ini adalah obat yang memblokir enzim kolinesterase dalam memecah asetilkolin. Asetilkolin adalah transmitter (pembawa pesan) yang bertugas untuk menjaga kelancaran komunikasi antarsel saraf otak. Kelancaran itu diperlukan untuk memperbaiki fungsi kognitif otak sehingga tidak terjadi penurunan memori dan kemampuan otak lain yang menyebabkan kepikunan.
Hasil itu diharapkan dapat membawa cincau sebagai sumber bahan alam yang menjanjikan bagi penanganan penurunan fungsi otak, termasuk penyakit Alzheimer. Khasiat tersebut diperkuat oleh kemudahan mendapatkan bahan baku tanaman.
Manfaat Cincau Hitam
Riset daun Mesona palustris penghasil cincau hitam menunjukkan aktivitas, antara lain, antioksidan, antidiabetes, antikanker, imunomodulator, hepatoprotektif, dan antidiare. Peneliti dari Malaysia meyakini potensi sebagai antioksidan yang kuat ikut mendasari khasiat tanaman tersebut. Itulah alasan tanaman tersebut dipertimbangkan sebagai nutraceutical, yaitu makanan yang mempunyai nilai nutrisi dasar yang diperlukan untuk mendapatkan keadaan sehat.
Penelitian pada Mesona procumbens menunjukkan aktivitas menurunkan kadar asam urat dalam darah. Sedangkan Mesona chinensis punya potensi penurun kadar gula dalam darah. Penelitian perlu dilanjutkan hingga diperoleh data keamanan melalui uji klinis. (*)
MEMBUAT CINCAU HIJAU
- Cuci daun dengan air, potong kecil sesuai kebutuhan, dan tempatkan pada wadah.
- Remas daun yang diberi air matang bersuhu kamar sedikit demi sedikit.
- Kekuatan peremasan harus konsisten agar diperoleh sari daun dengan kemampuan memadat yang seragam.
- Setelah diperas, diamkan sari hingga memadat. Lantas, simpan di kulkas dan siap digunakan.
MEMBUAT CINCAU HITAM
- Rebus daun kering dengan penambahan NaOH atau abu merang, kemudian saring.
- Hasil saringan ditambah air dan tepung tapioka. Lantas, rebus kembali.
- Air rebusan diletakkan dalam wadah dan dibiarkan dingin dan mengeras.
SARAN PENYAJIAN
- Cincau bisa dicampur dengan madu sebagai pengganti gula.
- Tambahkan es bila diperlukan, jangan berlebih.
- Minuman yang terlalu dingin berpeluang mengganggu keseimbangan fungsi tubuh, terutama pada musim pancaroba.
*) Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga
Youtube: Kanal Kesehatan Prof Mangestuti