JawaPos.com - “Dunia tak selebar daun kelor” adalah peribahasa yang sering kita dengar.
Dilihat dari arti peribahasa ini adalah dunia itu tidak sempit, tidak selebar daun kelor.
Iya betul, daun kelor itu kecil. Mungkin kita sering menjumpainya, namun tidak menyadari bahwa tanaman tersebut adalah daun kelor.
Kelor atau yang dikenal dengan nama latin Moringa oleifera, adalah tanaman yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia.
Tumbuh subur di berbagai daerah tropis, tanaman ini telah dimanfaatkan sejak ratusan tahun yang lalu untuk berbagai keperluan.
Tidak hanya di Indonesia, kelor juga populer di negara-negara Asia dan Afrika.
Di India, kelor dikenal sebagai tanaman suci karena dipercaya memiliki kekuatan pembersih dan penyembuh.
Sementara di Afrika, berbagai suku mengonsumsi hampir seluruh bagian tanaman ini sebagai makanan tambahan bergizi.
Dilansir dari medicalnewstoday.com pada Jumat (1/12), Kelor pantas disebut sebagai pohon ajaib karena memiliki seribu satu manfaat untuk tubuh kita.
Tanaman kelor mengandung antioksidan kuat seperti asam askorbat, polifenol, flavonoid, carotenoid dan lainnya.
Antioksidan berperan vital melindungi tubuh dari radikal bebas yang bisa memicu penyakit kronis seperti kanker, jantung, diabetes tipe 2 dan penuaan dini.
Selain itu, senyawa bioaktif dalam kelor juga memiliki aktivitas antimikroba dan anti inflamasi yang ampuh melawan peradangan dan infeksi bakteri.
Diperkaya antioksidan dan senyawa fitokimia, kelor mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara menyeluruh.
Berbagai penelitian telah membuktikan khasiat kelor untuk mencegah dan mengobati penyakit.
Daun, akar, kulit batang, bunga, buah dan biji kelor dilaporkan bermanfaat untuk:
1. Meningkatkan kesehatan jantung
Zat antioxidan, antiinflamasi dan penurun kolesterol dalam kelor membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah dan serangan jantung.
2. Mengatasi tekanan darah tinggi
Senyawa bioaktif dalam daun kelor terbukti mampu menurunkan tekanan darah dengan cara meningkatkan produksi nitrit oksida dan melebarkan pembuluh darah.
3. Mengelola kadar gula darah
Kandungan polifenol dan saponin dalam daun kelor membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan penyerapan glukosa oleh sel, sehingga berguna bagi penderita diabetes.
4. Melawan kanker
Kelor mengandung khasiat yang mungkin dapat membantu mencegah kanker. Misalnya saja mengandung niazimicin, senyawa yang menekan perkembangan sel kanker.
5. Menyembuhkan luka
Minyak biji kelor kaya akan asam lemak esensial yang mempercepat penyembuhan luka bakar dan luka sayat.
Cara kerja asam lemak esensial adalah meningkatkan pembentukan jaringan baru serta mensintesis kolagen.
6. Melancarkan pencernaan
Serat dan enzim pencernaan dalam polong muda kelor membantu melancarkan sistem pencernaan, mencegah sembelit, wasir dan kanker kolon.
7. Meningkatkan produksi ASI
Ibu menyusui disarankan mengonsumsi sayur atau lauk pendamping dari daun kelor untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI.
Daun kelor diketahui mampu merangsang hormon prolaktin penghasil ASI.
8. Meningkatkan imunitas
Kekayaan vitamin C, zat besi, seng, tembaga dan selenium dalam daun dan polong kelor berperan vital dalam pembentukan sel darah putih.
Pembentukan sel darah putih berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Selain khasiatnya yang luar biasa, kelor juga kaya nutrisi. Daunnya mengandung protein nabati, lemak sehat, serat, vitamin, mineral dan antioksidan dalam kadar tinggi.
· Per 100 gram daun kelor segar terkandung:
· Protein: 9,4 gram (lebih tinggi dari bayam)
· Lemak: 2,3 gram
· Karbohidrat: 12,5 gram
· Serat: 2,9 gram
· Kalsium: 440 mg (lebih tinggi dari susu)
· Zat besi: 11 mg (setara dandang)
· Vitamin C: 220 mg (7 kali lipat jeruk)
· Vitamin A: 11.300 SI (4 kali wortel)
· Kalium: 1.328 mg
Komposisi nutrisi yang lengkap ini menjadikan daun kelor layak disebut sebagai ‘superfood lokal’ dan bahan pangan nusantara terbaik pengganti susu formula.
Cara Konsumsi Kelor Bagian tanaman kelor yang biasa dikonsumsi adalah daun, polong muda dan biji.
Daun kelor bertekstur renyah namun sedikit pahit dan getir. Bisa ditumis, dioseng, dijus atau dikeringkan menjadi bubuk dan dibuat teh.
Polong muda dan biji kelor juga bisa diolah menjadi aneka hidangan seperti sup, tumisan, atau campuran kue dan roti.
Minyak biji kelor dipakai sebagai minyak goreng maupun untuk perawatan kulit dan rambut.
Dosis aman konsumsi daun kelor per hari adalah sekitar 50 gram (segar atau kering). Untuk mendapatkan manfaat maksimal, konsumsilah kelor secara rutin dalam menu harian Anda.
Meskipun kelor tampaknya memiliki sedikit atau tanpa efek samping, konsultasi dengan dokter tetap penting, terutama jika ada interaksi dengan obat lain.