← Beranda

Mengenal Perbedaan Tantrum dan Meltdown Autis dalam Rangka Peringatan Hari Anak Sedunia. Jangan Sampai Tertukar!

Elista Ita YustikaSenin, 20 November 2023 | 18.53 WIB
Temper tantrum dan Autistic Meltdown pada anak itu berbeda meski gejalanya hampir mirip./pexels.com

JawaPos.com - Kebanyakan orang tua yang memiliki anak balita seringkali merasa khawatir saat melihat sifat atau perilaku rewel anaknya sehari-hari.

Beberapa dari mereka juga mungkin pernah memikirkan apakah hal tersebut wajar, ataukah mungkin memang ada sesuatu yang serius dengan tingkah aneh anaknya itu.

Tantrum merupakan istilah medis yang tak asing dikalangan para orang tua, terlebih jika mereka memiliki seorang balita.

Saat tantrum menyebabkan emosi yang meledak-ledak dalam jangka waktu panjang, kadangkala orang tua merasa khawatir apakah hal tersebut memang tantrum semata ataukah suatu penyakit yang mengarah pada gejala autisme.

Peringatan Hari Anak Sedunia ini dapat dijadikan sebuah momentum untuk pada orang tua bisa lebih aware lagi terhadap kondisi anak seperti tantrum ini salah satunya.

Orang tua harus memahami dulu masing-masing dari istilah penyakit yang seringkali terjadi pada anak untuk kemudian menentukan mana yang masih dalam batas wajar, mana yang harus segera mendapatkan penanganan khusus.

Dikutip JawaPos.com dari AICare, banyak orang tua yang masih salah mengenali dan menganggap temper tantrum dan meltdown adalah hal yang sama, kenyataannya dua hal tersebut berbeda.

Temper Tantrum

Singkatnya, temper tantrum adalah kondisi dimana anak meluapkan kekesalannya dengan emosi yang meledak-ledak bahkan seringkali mengganggu orang tua karena ingin diperhatikan dan dituruti keinginannya saat itu.

Menurut Cleveland Clinic, temper tantrum adalah hal wajar dalam perkembangan anak dan biasanya hanya bertahan sekitar 2-15 menit saja. Umumnya, anak mengalami hal tersebut di rentang usianya yang masih berada antara 1-4 tahun.

Temper tantrum dapat dipicu oleh berbagai hal seperti, frustasi, ingin mendapatkan perhatian, menginginkan sesuatu, menghindari melakukan sesuatu (misalnya cuci tangan, gosok gigi, atau meninggalkan toko mainan), lapar dan kelelahan.

Saat Temper tantrum kambuh, beberapa anak akan melakukan hal-hal yang sangat mengganggu seperti, merengek, menangis, berteriak, menendang, memukul atau mencubit, menahan napas, menegangkan tubuh atau melemaskan tubuh.

Autistic Meltdown

Berdasarkan Autism.org, Autistic Meltdown adalah respon intens terhadap situasi yang luar biasa, yang terjadi ketika seseorang benar-benar kewalahan oleh situasi mereka dan membuat mereka sementara kehilangan kendali atas perilaku mereka.

Kondisi ini jelas tak bisa disamakan dengan temper tantrum, karena pada dasarnya Autistic Meltdown merujuk pada kondisi yang sulit untuk diungkapkan dan dimengerti karena anak sebetulnya tidak memiliki alasan untuk meledakkan emosi tersebut.

Autistic Meltdown jauh lebih berbahaya dari tantrum, bahkan perawatannya pun harus lebih diperhatikan secara intens. Autistic Meltdown biasanya dialami oleh anak-anak dengan spektrum autism atau mengalami autis.

Ketika mengalami Autistic Meltdown, anak cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama dari tantrum untuk tenang, bisa berjam-jam atau lebih setelah anak benar-benar kehabisan energi.

Berikut beberapa ciri atau karakteristik seorang anak mengidap Autistic Meltdown yang dilansir dari Very Well Health.

· Bisa dialami segala usia, berbeda dengan temper tantrum yang biasa dialami anak usia 1-4 tahun.

· Biasanya diawali dengan gejala stress, seperti bergumam, menggosok-gosokkan tangan pada telinga.

· Disertai tanda-tanda kecemasan, seperti bergoyang, mondar-mandir, menjentikkan jari

· Anak tidak memiliki tujuan spesifik saat gejala terjadi. Berbeda dengan temper tantrum, meltdown lebih seperti luapan emosi yang tulus yang diungkapkan lewat menangis, berteriak.

· Cenderung melakukan sesuatu tanpa memikirkannya terlebih dahulu seperti, memukul, menghancurkan barang, atau melempar barang.

EDITOR: Hanny Suwindari