← Beranda

Jenis-jenis Alergi Kulit Pada Bayi dan Anak yang Harus Diketahui Ibu, Begini Cara Pencegahannya

Dedik HariantoRabu, 15 November 2023 | 15.40 WIB
Salah Satu Ruam Pada Kulit Akibat Alergi yang Umum Dialami Bayi dan Anak (kleinmd.com)

JawaPos.com - Alergi pada anak umumnya dianggap tidak berbahaya, namun, alergi kulit pada anak perlu diperhatikan dengan serius.

Alergi kulit pada anak dapat muncul akibat sentuhan langsung dengan zat pemicu alergi atau sebagai reaksi kekebalan tubuh terhadap alergen yang masuk ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, pemahaman dan penanganan yang tepat terhadap jenis alergi kulit pada anak sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan mereka.

Jika alergi kulit pada anak dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, dapat menimbulkan berbagai masalah tambahan, termasuk rasa tidak nyaman dan gatal yang dapat mengganggu kualitas tidur bayi dan anak-anak.

Pada tingkat yang lebih serius, ketidaknyamanan ini dapat berpotensi menyebabkan gangguan tidur yang berdampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan anak.

Oleh karena itu, penanganan alergi kulit pada anak perlu dilakukan secara cepat dan tepat, sesuai dengan jenis alergi yang dialami, untuk mencegah kemungkinan masalah kesehatan yang lebih serius.

Dilansir oleh JawaPos.com dari siloamhospitals.com dijelaskan bahwa, terdapat beberapa jenis alergi kulit pada anak dan bayi yang umum terjadi, dan penting untuk tidak mengabaikannya karena dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

1. Dermatitis Atopik (Eksim)

Dermatitis Atopik, sebagai jenis alergi kulit pada anak, cenderung dialami oleh anak-anak yang juga menderita alergi makanan, rhinitis alergi, dan asma.

Bagian-bagian kulit yang paling rentan terkena eksim termasuk pipi, lipatan lengan, leher, perut, dada, dan punggung.

Gejala eksim meliputi kulit yang semakin gatal jika digaruk, munculnya kerak seperti koreng akibat garukan yang berpotensi menyebabkan infeksi, kulit kering, dan munculnya bintik-bintik kecil berwarna merah.

Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap gejala ini penting untuk penanganan yang tepat dan pencegahan infeksi yang dapat terjadi jika dibiarkan tanpa penanganan yang sesuai.

2. Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak, sebagai jenis alergi kulit pada anak dan bayi, muncul sebagai hasil dari kontak langsung dengan zat pemicu alergi, seperti sabun, deterjen, parfum, debu, dan bahkan bulu hewan.

Faktor pemicu juga dapat berasal dari bahan kimia yang terdapat pada pasta gigi, obat kumur, atau obat-obatan kulit.

Anak yang mengalami dermatitis kontak dapat dikenali melalui gejala-gejala yang mencakup munculnya ruam dan bercak merah pada kulit, kulit yang bersisik dan pecah-pecah, sensasi terbakar, serta timbulnya benjolan pada kulit yang dapat disertai dengan pembengkakan.

Oleh karena itu, pemahaman akan gejala ini penting untuk mengidentifikasi penyebabnya dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang sesuai dalam meminimalkan risiko eksposur terhadap zat pemicu alergi.

3. Urtikaria (Biduran)

Biduran umumnya muncul sebagai respons terhadap paparan matahari, gigitan serangga, atau bahkan bahan kimia dalam makanan.

Secara umum, gejala biduran memiliki kecenderungan menghilang dengan sendirinya atau dapat diredakan melalui konsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Gejala biduran yang sering muncul melibatkan munculnya ruam pada beberapa daerah kulit, timbulnya bentol-bentol dengan beragam bentuk dan cenderung besar, serta sensasi yang sangat gatal.

Memahami gejala ini penting untuk memberikan penanganan yang sesuai dan untuk membantu individu yang mengalami biduran dalam mengelola ketidaknyamanan yang dapat muncul sebagai akibat dari kondisi ini.

Penting untuk mengetahui penyebab alergi kulit pada bayi dan anak serta menjauhkan zat pemicu alergi dari jangkauan mereka.

Selain itu, upaya pencegahan seperti membersihkan rumah secara rutin, melakukan sterilisasi peralatan rumah tangga, dan mengatur sirkulasi udara yang baik dapat membantu menghindarkan anak dari risiko alergi kulit.

Terapkan perilaku hidup bersih di rumah anda sebagai langkah proaktif dalam menjaga kesehatan kulit anak.

EDITOR: Hanny Suwindari