← Beranda

Kolesterol Tinggi Bisa Terjadi pada Anak-anak? Orang Tua Wajib Mengetahui Ini!

Veronica Ayu Novita SariKamis, 9 November 2023 | 22.11 WIB
Ilustrasi anak-anak/ Sumber: Freepik.com

JawaPos.com – Kolesterol tinggi pada anak-anak mungkin asing di telinga para orang tua. Menurut UW Health, satu dari lima anak memiliki jumlah kolesterol yang tidak normal.

Kolesterol merupakan zat lilin seperti lemak yang dibuat oleh hati atau liver.

Kolesterol membantu membrane sel dan digunakan untuk membuat hormon, seperti estrogen, testosterone, dan vitamin.

Terlalu banyak kolesterol terutama pada anak-anak menyebabkan penumpukan bahan yang disebut plak pada dinding arteri yang memasok darah ke jantung atau organ lainnya.

Baca terus untuk mengetahui bahaya kolesterol pada anak- anak yang orang tua wajib ketahui!

Penyebab kolesterol tinggi pada anak

Dikutip dari Kids Health, kadar kolesterol tinggi pada anak dikaitkan dengan tiga faktor yaitu keturunan, pola makanan, dan obesitas.

1. Pola makan: mengkonsumsi makan makanan yang tinggi lemak, terutama lemak jenuh menyumbangkan kolesterol yang tinggi pada anak.

2. Keturunan: memiliki orang tua penderita kolesterol tinggi, akan meningkatkan risiko anak terkena kolesterol juga.

3. Obesitas: pola makan yang buruk dan aktivitas yang kurang bisa berdampak buruk pada kesehatan anak sehingga bisa menyebabkan kolesterol.

Apakah kolesterol tinggi berbahaya bagi anak-anak?

Anak-anak memiliki kemungkinan terkena kolesterol tinggi, yang dapat menimbulkan masalah kesehatan seiring bertambahnya usia.

Terlalu banyak kolesterol menyebabkan penumpukan plak pada dinding arteri yang memasok darah ke jantung dan organ lainnya.

Plak dapat mempersempit arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung sehingga bisa menyebabkan risiko masalah jantung.

Selain itu, kolesterol juga bisa menyebabkan masalah stroke. Hal ini mungkin saja tidak terjadi ketika usia anak-anak tapi resikonya akan meningkat ketika anak tumbuh dewasa.

Dari mana kolesterol berasal?

Dikutip dari Kids Health, hati membuat semua kolesterol yang dibutuhkan tubuh. Kolesterol berasal dari beberapa makanan yang dikonsumsi anak.

Makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans juga meningkatkan produksi kolesterol di hati.

Makanan-makanan yang mengandung kolesterol seperti kuning telur, daging, unggas, makanan laut, produk susu seperti susu, keju, dan es krim.

Makanan dari tumbuh-tumbuhan seperti sayur-sayuran dan buah-buahan tidak mengandung kolesterol yang bisa membahayakan tubuh anak.

Cara menurunkan risiko kolesterol tinggi pada anak

Baca Juga: Mengenal Penyakit Alzheimer, Ketahui Secara Dini Apa Saja Gejalanya

American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk anak-anak berusia dua tahun ke atas untuk mengikuti pola makan sehat. Hal ini mencakup produk susu rendah lemak.

Bagi anak usia 12 bulan hingga dua tahun yang mengalami berat badan berlebih atau obesitas, memiliki keluarga obesitas, kolesterol tinggi atau penyakit kardiovaskular disarankan menggunakan susu rendah lemak.

Memberikan anak makan makanan rendah lemak, rendah lemak jenuh, dan rendah kolesterol.

Jumlah lemak yang dikonsumsi seorang anak sekitar 45 hingga 65 gram.

Berolahraga teratur, seperti bersepeda, berjalan kaki dan berenang dapat membantu menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

EDITOR: Hanny Suwindari