← Beranda

Di Indonesia, 1 dari 25 Orang Terkena Diabetes Tipe 2

Nurul Adriyana SalbiahMinggu, 15 November 2020 | 18.43 WIB
10 kiat bagi penderita diabetes di musim hujan. (healthsite)
JawaPos.com - Gaya hidup yang tak sehat bahkan banyak mengonsumsi makanan tinggi garam, gula serta lemak bisa memicu obesitas dan penyakit diabetes. Di Indonesia, prevalensinya semakin tinggi yakni 10 persen.

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI)Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD juga memperingatkan bahwa menurut data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berstatus waspada diabetes karena menempati urutan ke-7 dari sepuluh negara dengan jumlah pasien tertinggi. Yakni 10.681.400 orang per tahun 2020. Angka ini diperkirakan meningkat jadi 16,7 juta pasien per tahun 2045.

"Dengan data tahun ini, 1 dari 25 penduduk Indonesia atau 10 persen dari penduduk Indonesia mengalami diabetes," katanya dalam webinar baru-baru ini.

Menurut dr. Ketut, kasus paling banyak di Indonesia adalah diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat. Dan melihat angka yang sangat besar, artinya setiap orang memiliki kerabat, teman, atau bahkan keluarga yang mengalami penyakit diabetes.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, papar Prof. Suastika, angka prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 10,9 persen yang diprediksi juga akan terus meningkat. Kondisi ini pastinya dapat mempersulit proses pengendalian dan pengelolaan diabetes

Executive Committee Member IDF Western Pacific Region (2009-2011 & 2012-2015) Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FACE, menjelaskan, berdasarkan data IDF, sebanyak 90 persen diabetesi adalah pasien diabetes tipe 2 atau diabetes melitus. Kenaikan jumlah diabetesi tipe 2 ini didorong oleh kondisi saling mempengaruhi yang kompleks antara pertumbuhan sosio-ekonomi, demografis, lingkungan, dan faktor genetis. Kontributor utama lainnya termasuk arus urbanisasi, populasi penduduk yang menua, berkurangnya aktivitas fisik di tengah masyarakat urban, dan meningkatnya obesitas serta kelebihan berat badan.

"Hal yang masih perlu ditingkatkan adalah upaya dalam mengatur pola makan sehat dan gizi seimbang, serta ajakan berolahraga," katanya.

Karena itu masyarakat diminta untuk selalu rutin dan rajin cek gula darah. Sehingg akan dapat mengontrol seseorang dari penyakit diabetes tipe 2. Apalagi pola hidup saat ini mendorong masyarakat makan dan minum apa saja yang tinggi kalori atau gula. Hal itu membuat seseorang tak sadar gula darahnya sudah tinggi.

Diabetes adalah sebuah kondisi banyaknya kadar gula di dalam darah. Normalnya seseorang memiliki kadar gula darah 80-140 mg/dl dalam darah. Maka selalu waspadai 3 gejala khas diabetes yakni mudah lapar, mudah haus, cepat buang air kecil, dan berat badan menurun. Jangan sampai tunggu gejala muncul.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=AZb4L5XaGn4
EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah