← Beranda

7 Bidang Spesialisasi Pengobatan Gigi dan Mulut

ArwanSabtu, 10 Oktober 2015 | 20.17 WIB
KONSERVASI GIGI: Pasien perawatan konservasi gigi ingin mempertahankan gigi mereka selama mungkin di dalam mulut.

JawaPos.com SURABAYA – Di Instalasi Gigi dan Mulut RSUD–dr Soetomo, pasien mendapatkan pelayanan gigi dan mulut dengan standarprima. Pasalnya, para dokter dan staf medis bekerja dengan profesional.



 



Visi profesionalisasi pelayanan kesehatan gigi dan mulut itu berlandaskan etika moral dan kepentingan pasien. Instalasi ini juga mempunyai misi meningkatkan taraf kesehatan gigi dan mulut melalui tindakan pencegahan, pengobatan, dan pemulihan.



Instalasi gigi dan mulut memberikan tujuh pelayanan spesialisasi sesuai dengan kondisi pasien dan tindakan yang perlu dilakukan. Yang pertama adalah pedodonsi. Ini merupakan pelayanan pencegahan perawatan komprehensif semua kelainan dan penyakit gigi dan mulut pada anak.



Yang kedua adalah Ortodonsi atau pelayanan perawatan susunan gigi untuk mencapai fungsi pengunyah dan hubungan antara rahang dengan profil wajah yang lebih baik.



Yang ketiga adalah konservasi gigi atau perawatan estetik dan kosmetik gigi, pencegahan, dan penanggulangan karies. Yang keempat adalah bedah mulut, yakni, pencabutan gigi impaksi, tumor, dan rekonstruksi mulut dan wajah, bibir sumbing, patah rahang, pemasangan implan, dan tindakan bedah mulut lainnya.



Yang kelima adalah peridonsia atau pelayanan perawatan penyakit atau kelainan gusi dan jaringan penyangga gigi. Yang keenam adalah spesialisasi penyakit mulut atau perawatan mulut karena bakteri, virus, jamur, manifestasi oral penyakit sistemik, deteksi dini, dan pencegahan kanker mulut.



Yang terakhir adalah prostodonsi, yaitu, penggantian gigi yang hilang dengan gigi tiruan dan perawatan sendi rahang. “Instalasi Gigi dan Mulut RSUD dr Soetomo memberikan pelayanan perawatan gigi dan mulut, baik secara umum maupun spesialistik. Sebab, kebanyakan yang datang ke sini adalah pasien rujukan. Jadi, penanganannya lebih ke spesialistik,” terang Kepala Instalasi Gigi dan Mulut RSUD dr Soetomo drg Dyah Ernawati seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Sabtu (10/10).



Menurut Dyah, dalam memberikan pelayanan terhadap pasien, Instalasi Gigi dan Mulut RSUD dr Soetomo didukung dengan SDM yang berkompetensi, peralatan yang modern, dan fasilitas sterilisasi yang lengkap dan selalu update dalam standar.



“Di sini kami betul-betul memperhatikan standar pelayanan demi keselamatan dan kepuasanpasien,” imbuhnya.



Setiap hari, instalasi yang buka setiap Senin hingga Jumat itu didatangi 20 hingga 50 pasien. Mereka datang dengan berbagai masalah gigi dan mulut yang berbeda-beda. Mulai dari masalah ringan, seperti, gigi berlubang, karang gigi, gusi bengkak, hingga pasien dengan penyakit kronis dan komplikasi.



Di antaranya adalah diabetes atau pasien yang hendak menjalani suatu operasi. “Kalau untuk masalah gigi yang ringan tidak terlalu banyak. Sebab, di sini merupakan pusat rujukan. Kebanyakan dengan masalah gigi dan mulut yang berat hingga membutuhkan tindakan bedah. Contohnya seperti pasien yang hendak menjalani operasi jantung, paru-paru, atau yang lainnya. Mereka diharuskan untuk melakukan perawatan gigi terlebih dahulu untuk meminimalisasi terjadinya infeksi,” papar Dyah.



Pasien yang menjalani pera watan dan tindakan bedah mendominasi. Sedangkan, pasien dengan masalah gigi dan mulut yang sudah parah biasanya merupakan rujukan dari fasilitas kesehatan primer dan sekunder.



Menurut Dyah, pengobatan dan perawatan pasien dilakukan melalui beberapa tahap. Diawali dari pendaftaran, kemudian triage, dan deteksi masalah gigi. Setelah itu, pasien baru diarahkan ke spesialistik perawatan atau pengobatan.



“Jadi, di sini kami arahkan pasien sesuai kondisi dan perawatan yang dibutuhkan melalui pemeriksaan awal terlebih dahulu. Pasalnya, keluhan yang sama belum tentu mengindikasikan masalah yang sama,” paparnya.



Menurut Dyah, Instalasi Gigi dan Mulut RSUD dr Soetomo akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Kompetensi dan keahlian SDM akan terus ditingkatkan begitu juga peralatan dan fasilitas lainnya.



“Karena dalam dunia kedokteran selalu ada penemuan dan kemajuan teknologi. Jadi, kami akan terus berusaha untuk mengimbangi demi pelayanan prima terhadap pasien,” pungkasnya. (nur/opi/awa/jpg)



 

EDITOR: Arwan