JawaPos.com - Ketika sudah menginjak usia 8 bulan, bayi sudah memiliki postur tubuh yang mumpuni dan fisik yang cukup untuk menerima finger food. Finger food merupakan makanan yang lembek namun bisa dipegang sesuai ukuran tangan bayi.
Biasanya finger food merupakan makanan tambahan selain makanan MPASI yang berbentuk seperti bubur. Keduanya memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak seperti zat besi, seng, vitamin, lemak, protein, dan buah-buahan.
Pada bayi usia 8 bulan, finger food yang bisa diberikan, seperti biskuit bayi, potongan telur rebus, potongan ayam lunak, dan makanan bernutrisi lainnya.
Tetapi, perlu diingat bahwa finger food berbeda dengan metode baby led weaning. Sebab, finger food merupakan makanan tambahan sebagai rangsangan agar secara psikologis bayi bisa berlatih memegang makanan sendiri. Selain itu, hanya diberikan sesekali saja dan masih dominan diberikan makanan halus atau dilumatkan.
Sementara Baby Led Weaning diberikan makanan sendiri sejak usia 6 bulan tanpa ada makanan pendamping lain sama sekali seperti bubur. Tak hanya dilihat dari segi nutrisinya, finger food juga memiliki manfaat lainnya.
1. Melatih Motorik Halus
Setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Ada yang cepat dan ada yang lambat. Namun, hal itu tidak menjadi fokus permasalahan. Seiring perkembangan bayi setidaknya bayi diberikan rangsangan untuk melatih motorik seperti motorik halus.
"Finger food membuat bayi bisa menggenggam dan mengarahkan ke mulut. Ini yang dinamakan motorik halus," kata dr. Klara Yuliarti, SpA(K), dokter spesialis kesehatan anak, ketika ditemui di RSCM, Jakarta Pusat, Jumat (18/1).
2. Belajar Mengontrol Makanan
Secara psikologis bayi memang merasa tertarik untuk mengambil makanan, sehingga diberi kesempatan secara independen untuk makan sendiri. Dari sini, bayi bisa mengontrol memegang makanan dan mengontrol memasukkan makanan ke mulut.
"Kalau makan sendiri kan dia bisa menentukan mau makan secepat apa atau seberapa banyak makanan yang masuk," tambah Klara.
3. Asupan Gizi Bertambah
Oleh karena bersifat makanan penamping, maka dipastikan bahwa asupan gizi bayi akan bertambah. Hanya saja, perlu dipilah jenis makanan yang ingin dijadikan finger food.
"Karena makanan finger food padat, asupan zat gizi yang masuk lebih banyak seperti macaroni dibuat agak lembek atau pancake dibuat agak lembek. Macam-macam makanan bisa dibuat finger food yang penting ukurannya sesuai dengan tangan bayi dan teksturnya dengan bayi usia 8-10 bulan," pungkas Klara.