← Beranda

Waspada! 3 Penyakit Menular Akibat Berganti Pasangan

Fadhil Al BirraKamis, 22 Desember 2016 | 07.11 WIB
Ilustrasi

JawaPos.com – Berganti-ganti pasangan hubungan intim menyebabkan tingginya risiko penyakit menular seksual (PMS). Ada banyak tipe penyakit ini yang barangkali belum Anda sadari ternyata telah tertular.



Penyakit ini bisa jadi sudah menyerang tanpa gejala atau tanda yang jelas hingga akhirnya terlanjur parah. Penting bagi Anda untuk waspada dan mulai menyadari bahayanya penyakit ini.



Penyakit ini mudah terinfeksi terutama pada anak muda yang terjerat pergaulan bebas dengan hubungan intim tak aman atau berganti pasangan.



Ada sejumlah penyakit menular seksual seperti HIV AIDS yang bisa saja menular ke tubuh Anda tanpa gejala. Rabu (21/12), Boldsky menyebutkan, sejumlah gejala atau tanda-tanda tiga penyakit menular seksual yang bisa menyerang seseorang kapan saja.



Gonorrhoea



Adalah bakteri penyakit yang biasanya menyebar melalui hubungan organ intim, oral atau anal. Penyakit ini dapat terinfeksi dari pasangan ke orang lain. Penyakit ini dapat menyebar dengan mudah melalui hubungan oral.



Gejala gonorrhea hampir tidak terlihat selama berbulan-bulan terutama pada wanita. Penyakit ini sangat mirip dengan infeksi kandung kemih. Jika tidak diobati, gonore dapat menyebabkan kemandulan. Tes secara teratur penting untuk mencegah hal ini.



Chlamydia atau Klamidia



Klamidia penyakit bakteri lain yang ditularkan melalui hubungan intim yang tidak aman. Jika menggunakan kondom bisa 100 persen efektif dalam mencegah klamidia.



Baik pada pria dan wanita, gejala klamidia tidak menonjol sama sekali awalnya. Gejalanya seperti cairan putih dan sensasi terbakar di alat kelamin. Banyak orang berpikir hal itu hanya infeksi jamur. Cara terbaik untuk mendeteksi klamidia adalah tes darah dan tes lainnya.



Herpes



Herpes adalah penyakit yang disebabkan virus mematikan dan menular yang belum ada obatnya. Hal ini dapat ditularkan melalui hubungan intim dan mulut. Bahkan dengan berbagi berbagai barang seperti handuk, pisau cukur, lipstik milik orang yang telah terinfeksi.



Mengenakan kondom saat melakukan hubungan intim tidak dapat benar-benar membantu mencegah herpes. Studi penelitian telah menunjukkan bahwa sekitar 70 persen dari orang yang terkena tidak menunjukkan gejala hingga penyakit semakin memburuk. Tes darah harus dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. (cr1/JPG)

EDITOR: Fadhil Al Birra