JawaPos.com – Banyak orang mengalami alergi makanan tertentu. Secara umum, belum ditemukan alasan pasti mengapa seseorang bisa terkena gejala tersebut.
Dilansir Boldsky, faktor kandungan dalam makanan bisa jadi penyebab alergi.
Sebab, beberapa makanan yang kaya protein diduga menyerang sistem daya pertahanan tubuh. Di antaranya makanan laut dan kacang-kacangan.
Imbasnya, sistem pertahanan tidak mampu mengatasi makanan yang telah dikonsumsi, sehingga menimbulkan alergi.
Alergi juga bisa dipicu karena adanya zat antibodi yang ditemukan dalam makanan.
Sistem kekebalan tubuh tidak mengenali antibodi ini sementara sistem kekebalan tubuh mencoba untuk mempertahankan tubuh.
Sesorang yang terkena alergi makanan biasanya mengalami gejala gatal-gatal dan bengkak, bersin, batuk dan pilek, diare atau sembelit dan syok.
Namun banyak gejala yang keliru yang diduga mirip seperti alergi makanan.
Misalnya gejala awal yang pertama adalah sakit kepala. Jika setelah mengkonsumsi makanan tertentu, Anda mengalami sakit kepala, itu tidak berarti bahwa Anda terserang alergi.
Bisa jadi hal itu disebabkan karena rasa sensitif saja.
Jika Anda mengalami reaksi setelah makan selama berjam-jam, hal itu bukan karena alergi makanan. Sebab alergi terhadap makanan tertentu akan langsung menimbulkan gejala saat itu juga.
Jika makan dengan jenis makanan yang sama tetapi Anda tidak mengalami alergi, berarti Anda tidak memiliki bakat alergi makanan. Alergi dialami jika Anda makan makanan yang sama berkali-kali dan timbul gejala.
Alergi juga akan muncul sekalipun Anda hanya mengkonsumsi makanan tersebut dalam porsi sedikit. Jadi jangan langsung memvonis diri bahwa Anda tidak bisa makan makanan tertentu karena takut muncul alergi.(cr1/JPG)