← Beranda

Benarkah Bayi Terlahir Caesar Berisiko Alergi?

Ilham SafutraKamis, 6 April 2017 | 21.06 WIB
Ilustrasi

JawaPos.com - Selama ini seorang anak mempunyai bakat alergi karena keturunan. Anak dengan alergi terlihat dari riwayat keluarga inti, seperti ayah, ibu, atau saudara kandung. Biasanya anak bisa terkena alergi karena makanan atau udara yang dihirup.


Tak hanya itu, kini ternyata kelahiran caesar juga bisa menjadi pemicu risiko munculnya alergi pada anak. Mengapa demikian? Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Budi Setiabudiawan menjelaskan, ada dua faktor risiko yang bisa diperoleh anak mengalami alergi. Faktor risiko itu bisa karena genetik atau lingkungan.


"Hanya keluarga inti ya. Bukan kakek, nenek, bude, pakde kena alergi, maka tak ada kaitannya dengan anak kita," ungkap Budi.


1. Genetik
Untuk mengetahui faktor ini tentu kromoson anak harus diperiksa, namun itu tidak mungkin dilakukan. Dokter cukup menanyakan riwayat alergi pada keluarga.


"Ibu, bapak, saudara kandung. Orang tuanya alergi, anak berisiko 40-60 persen. Kalau salah satunya saja 20-30 persen. Saudara kandung 30 persen," papar Budi.


2. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan bisa dipicu karena asap rokok dan kelahiran caesar. Penelitian menyebutan anak-anak yang lahir lewat jalan caesar, akan mengalami kejadian alergi lebih tinggi daripada lahir normal.


"Mengapa? Kalau bayi lahir normal lewat jalur yang sebenarnya. Itu memang jalur anak lahir dengan berbagai bakteri-bakteri yang membantu bayi lahir. Sehingga risiko alergi akan kecil. Maka ibu hamil jangan berlomba-lomba ingin caesar ya," tegas Budi. (cr1/JPG)

EDITOR: Ilham Safutra