← Beranda

Buah dan Sayuran Organik Lebih Sehat, Nih Cara Mudah Membedakannya

AdministratorSelasa, 24 Oktober 2017 | 13.41 WIB
Pihak AEON bersama Kementan dan Maporina mencicipi buah organik

JawaPos.com - Selama ini banyak orang yang tak begitu peduli dengan kebersihan dan keamanan asupan sayur dan buah yang dikonsumsi. Padahal bisa jadi, sayur dan buah itu masih tercemar pestisida saat dikonsumsi. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, tentu tak baik bagi kesehatan.


Oleh karena itu, saat ini banyak terjadi kasus penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, ginjal, hingga darah tinggi. Bisa jadi salah satunya dipicu karena tercemar pestisida.


Ternyata menanam buah dan sayuran organik tak harus selalu di pegunungan atau di dataran tinggi. Saat ini, budidayanya sudah dilakukan bergeser ke arah lebih sederhana yakni di perumahan secara vertikal (vertical garden).


"Mulai dari Aceh sampai Papua terus menggalakkan gerakkan masyarakat melalui makanan bergizi dan makanan tak tercemar sisa pestisida. Salah satunya kampanye makan makanan organik. Kami persilakan ibu-ibu ikut kursus pertanian organik," ujar Ketua Umum Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) Djoko Sidik Pramono dalam Pameran Buah dan Sayuran Lokal Farm to Table di AEON Mall BSD City, Senin (23/10).


Dia menambahkan banyak orang Jepang justru menua dengan usia produktif dan masih sehat di usia senja. Hal itu tentu didukung dengan pola makan yang mereka konsumsi. Dari mulai makan makanan organik hingga mengurangi daging dan lebih memilih ikan laut.


"Coba lihat di Jepang kaum lanjut usia kebanyakan masih segar bugar padahal sudah berusia hampir 100 tahun. Itu karena asupan makanan sehat bisa mendukung panjang usia," jelasnya.


Merespons hal tersebut, salah satu cara dilakukan pihak AEON Mall BSD City untuk mengkampanyekan pentingnya memilih buah dan sayuran lokal yang sehat. Direktur PT. AMSL Indonesia Alphonzus Widjaja mendorong kampanye itu tak hanya dilakukan di mal di Tangerang, namun di seluruh mal di Indonesia. Bila masyarakat sudah memahami pentingnya asupan organik, maka mereka akan menyukainya dan mengonsumsi dengan rutin.


"Kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Maporina untuk acara Farm To Table ini adalah salah satu bentuk dukungan kami terhadap para petani buah dan sayur terhadap produk unggulan lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan produk impor. Dengan menggandeng Asosiasi Pasar Tani (Aspartan), kami mengundang kurang lebih 20 petani untuk berpartisipasi," katanya.


Untuk membedakan buah dan sayuran organik, Maporina memberikan tips bagi para ibu. Cara membedakannya secara kasat mata tak terlalu sulit meski tetap harus dipastikan secara laboratorium terkait pencemaran pestisida.


1. Kulit atau Tampak Luar
Sayur dan buah organik biasanya tak terlalu bagus secara fisik. Biasanya di sepanjang daun atau kulit terdapat lubang sisa-sisa dimakan serangga. Ketika para ibu ingin buah dan sayur yang mulus, justru organik secara fisik kurang bagus.


2. Rasa
Rasa sayur dan buah organik umumnya lebih enak dan manis. Rasanya jauh lebih segar karena tumbuh secara alami bukan direkayasa atau didorong dengan bahan-bahan kimia.


3. Kandungan Gizi
Kandungan gizi dan buah organik tentu dua kali lipat lebih baik ketimbang yang bukan. Nilai gizinya jauh lebih baik dan tentu dapat menambah vitamin serta mineral lebih banyak.

EDITOR: Administrator