JawaPos.com - Para perawat memiliki beban kerja yang berat untuk bersaing secara global. Tantangan di era digital membuat seluruh orang di dunia sangat dinamis dengan mobilitas yang tinggi. Hal itu membuat perawat harus memiliki strategi jitu dalam beradaptasi di tengah tantangan era digital.
Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Achir Yani S Hamid menjelaskan peran perawat zaman now wajib memiliki keahlian memberikan konseling kepada pasien. Penyampaian edukasi kepaa pasien bisa dilakukan dengan pendekatan persuasif.
"Memberikan bimbingan kepada pasien misalnya perilaku tak sehat seperti merokok, edukasi jam makan, dan seputar nutrisi dilakukan dengan cara persuasif dan promotif," kata Yani kepaa JawaPos.com, Senin (20/11).
Yani menambahkan perawat zaman now harus bersahabat dengan teknologi. Perawat harus bisa beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya berbasis teknologi.
"Bagaimana dengan kecanggihan teknologi, perawat bisa menjadi role model bagi orang di sekitarnya," jelasnya.
Yani juga mendorong perawat untuk selalu bisa mengelola stres. Perawat juga harus mengutamakan pelayanan kepedulian (caring) kepada pasien.
Sebab menurut Yani, kualitas perawat di Indonesia ternyata tak kalah dibandingkan negara-negara lain di Asia. Bahkan di kawasan Asia Tenggara, Indonesia paling sedikit catatan masalahnya dalam hal keperawatan.
"Kualitas enggak kalah, kurikulum di Indonesia lebih bagus. Masalah keperawatan tak terlalu banyak isu yang berkembang di Indonesia. Namun memang kendala kita (Indonesia) hanya pada jumlah SDM perawat yang masih kurang," kata Yani.