← Beranda

Begini Cara Kanker Getah Bening Menyerang Tubuh

Yusuf AsyariKamis, 3 November 2016 | 23.09 WIB
Ilustrasi

JawaPos.com – Fungsi kelenjar getah bening sangat penting. Yakni, mendistribusi sel-sel darah putih dan sel pemakan benda asing yaitu bakteri dan virus. Fungsi itu akan rusak jika terserang sel kanker. Nah, tidak ada istilah jinak pada kanker getah bening, seluruhnya ganas.



"Kalau kanker kelenjar getah bening, sebenarnya ada yang ditemukan sel tertentu dan ada yang tidak. Tapi dua-duanya sebenarnya ganas. Tak ada istilah jinak di kanker getah bening," kata Manajer Kerjasama dan Hubungan Alumni Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., Ph.D.



Kelenjar getah bening hampir terdapat di seluruh bagian tubuh. Bisa ada di leher, ketiak, dan paha. Agung mencontohkan kelenjar getah bening berfungsi menangkal virus yang masuk ke dalam tubuh.



"Kalau anak kecil saat SD dia batuk atau pilek dan ISPA tak kunjung sembuh maka yang terjadi gondongan. Kelenjar getah bening bekerja diforsir hingga gondongan," jelas pria yang fokus di bidang Keperawatan Medikal Bedah ini.



Seharusnya saat batuk dan pilek segera diobati. Bukan dengan antibiotik, tetapi misalnya dengan melancarkan dahak keluar, mengencerkan dahak, istirahat, dan makan makanan bergizi.



"Jika tiga hari dengan obat pengecer dahak, misalnya tak sembuh justru dahak berubah jadi berwarna hijau dan kuning itu harus dengan antibiotik," jelas Agung.



Agung menilai agak sulit menangani kanker getah bening. Jika ada sel kanker getah bening yang tumbuh di salah satu spot getah bening di tubuh pasien tersebut. Sebab, sangat mudah menyebar ke kelenjar getah bening yang lain.



"Yang diserang ke kelenjar getah beningnya. Kita ketahui fungsi kelenjar getah bening adalah menjamin tubuh tak diserang benda asing. Jadi bayangkan pabrik yang produksi tentara mencegah benda asing justru dirusak kanker," jelas Agung.



Oleh karena itu pasien kanker getah bening rentan terinfeksi benda asing seperti TBC atau pneumonia. Sel kanker ini bisa muncul tiba-tiba saja di tubuh pasien.



"Pada saat pertama kali diketahui mulai demam, lalu pada pemeriksaan ada benjolan di lehernya. Ketika dibiopsi diketahui ganas, barulah yang bersangkutan menjalani serangkaian terapi pengobatan, radioterapi atau kemoterapi atau keduanya," tegasnya. (cr1/JPG)

EDITOR: Yusuf Asyari