alexametrics

Viral Mahasiswa Unair Lakukan Fetish, Kenali Gejala Fetisisme Seksual

30 Juli 2020, 20:32:39 WIB

JawaPos.com – Oknum mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) disebut melakukan pelecehan seksual dengan sesama jenis terhadap juniornya. Pelecehan seksual tak lazim dilakukan dengan cara fetish atau fetisisme menggunakan simbol-simbol kepuasan seksual. Pelaku yang disebut berinisial GE memilih kain jarik yang biasa digunakan untuk gendongan bayi sebagai pemuas. Korbannya dibungkus seperti pocong sebelum dilecehkan.

Hingga berita ini ditulis, pihak kampus mengaku belum mendapat laporan tersebut dan masih menyelidiki sosok pelaku. Lalu apa sebetulnya Fetisisme?

Dilansir dari Psychcentral, Kamis (30/7), fokus paraphiliac dalam gangguan fetisistik (sebelumnya dikenal sebagai fetisisme) melibatkan erotisasi benda mati dan atau bagian tubuh untuk kepuasan seksual. Di antara benda-benda jimat non-hidup yang lebih umum adalah celana dalam wanita, bra, stoking, sepatu, sepatu bot, atau pakaian lainnya. Seseorang dengan jimat misalnya rambut orang lain bisa membuat pelaku terangsang.

Tidak jarang bagi fetish seksual untuk memasukkan benda mati ke dalam bagian tubuh. Gangguan fetisistik bisa menjadi pengalaman multisensor, termasuk memegang, mencicipi, menggosok, memasukkan, atau mencium benda jimat saat masturbasi. Atau lebih suka pasangan memakai atau menggunakan benda jimat selama melakukannya.

Banyak Terjadi pada Pria

Dalam sampel penelitian, gangguan ini terjadi hampir secara eksklusif terjadi banyak pada pria. Perempuan pada umumnya tidak menunjukkan kelainan ini, dan dibutuhkan lebih banyak informasi untuk menentukan apakah kelainan ini terjadi juga pada tingkat yang signifikan pada perempuan.

Orang dengan fetisisme sering melakukan masturbasi sambil memegang, menggosok, atau mencium benda fetish atau meminta pasangan seksual untuk mengenakan objek tersebut selama pertemuan seksual mereka. Biasanya fetish diperlukan atau sangat disukai untuk rangsangan seksual, dan jika tidak ada, mungkin ada disfungsi ereksi pada pria. Diagnosis gangguan fetisistik membutuhkan tekanan atau gangguan fungsi klinis yang signifikan akibat fetish.

Gejala Spesifik

Selama periode setidaknya 6 bulan, fantasi seksual berulang secara intens. Ada dorongan seksual, atau perilaku yang melibatkan penggunaan benda mati (misalnya pakaian dalam wanita).

Fantasi, dorongan seksual, atau perilaku menyebabkan tekanan klinis yang signifikan atau gangguan dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang fungsi penting lainnya. Benda-benda jimat tidak terbatas pada barang-barang pakaian perempuan yang digunakan dalam balutan-silang (seperti dalam fetisisme transvestik) atau perangkat yang dirancang untuk tujuan stimulasi genital (misalnya vibrator).

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads