Hamil dengan Program IVF Wajib Siapkan Fisik yang Prima

28 November 2021, 21:05:35 WIB

JawaPos.com – Tya Ariestya adalah pesohor yang tidak pelit berbagi pengalaman. Terutama pengalamannya saat menjalani IVF. Sampai saat ini, dia sudah tiga kali melakoni program tersebut.

“Program pertama full cycle berhasil dapat anak pertama, Kanaka. Program kedua FET dari hasil simpanan pertama belum berhasil. Program ketiga full cycle lagi. Alhamdulillah dapat anak kedua, Kalundra,” papar Tya saat dihubungi Jawa Pos pada Jumat (26/11).

Dari program ketiga, Tya memiliki simpanan tiga embrio yang sudah di-PGTA atau sudah dicek kromosomnya. ’’Faktor yang memengaruhi ya belum dikasih rezekinya aja pas yang kedua,” ujar perempuan bernama lengkap Ariestya Noormita Azhar tersebut.

Simpanan tiga embrio itu, menurut Tya, sengaja dipersiapkan untuk rencana kehamilan anak ketiga. Sambil menunggu waktu yang pas, aktris berusia 35 tahun tersebut mempersiapkan kondisi fisik yang prima. ’’Soon. Alhamdulillah setelah diet, BB udah ideal. Bahkan, setelah dicek tiga bulan berturut-turut, aku malah punya masa subur. Awalnya aku PCOS dan hampir gak pernah liat masa subur alami kalau cek USG,” urainya.

Tya menambahkan bahwa persiapan fisik juga menjadi faktor penting dalam program bayi tabung. Apalagi, dia akan kembali mencoba FET pada kehamilannya yang ketiga nanti. Menurut ibu dua anak itu, berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat harus benar-benar diperhatikan. Termasuk menghindari MSG.

“Selain itu, tentunya harus siap-siap mental. Terutama kerja sama yang baik antara suami dan istri biar lebih mudah dan nikmat menjalaninya,” beber Tya.

Secara medis, jarak ideal untuk IVF tidak ada aturan khusus. Karena itu, Tya lebih mempertimbangkan jarak usia anak-anaknya. Itu berkaitan erat dengan tumbuh kembang mereka dan perhatian dari orang tua. ’’Untuk berapa lama masa embrio bisa ditabung, itu bisa puluhan tahun. Tapi, kan usia ibunya juga perlu jadi pertimbangan,” urai Tya.

Memiliki dua buah hati yang semuanya lelaki tidak membuat Tya menggebu-gebu untuk punya anak perempuan nanti. ’’Kembali lagi, sedikasihnya aja. Tapi, kita kan wajib berikhtiar, selebihnya tinggal tawakal aja,” tambahnya.

Bagi para pejuang IVF, Tya menyarankan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Salah satunya adalah tidak terlalu banyak mendengar masukan dari orang-orang yang tidak paham. Sebaliknya, pasangan perlu berfokus pada saran dokter dan suster yang menangani mereka. Sebab, kondisi tiap pasien IVF berbeda-beda.

“Sambil menunggu 2WW, mungkin bisa cari hobi yang menyenangkan. Banyak berdoa dan semoga rezekinya datang di waktu yang tepat,” tandasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : agf/c7/hep

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads