Gagal Hamil Alami, Aisyah Jalani Metode Frozen Embryo Transfer

28 November 2021, 19:56:43 WIB

JawaPos.com – Aisyah Fiyanti tak henti bersyukur. Dia baru saja mendapatkan satu lagi keajaiban. Perempuan asal Sumenep itu melahirkan anak keduanya setelah si sulung berusia 6 tahun. Dua-duanya lewat program bayi tabung.

“Aa’ mau cium adiknya?” tanya Aisyah kepada putra pertamanya, Achmad Rifansyah. Yang ditanya tersenyum malu, kemudian mendaratkan ciuman ke pipi adik bayinya, Khadijah Adzkiya.

Meski usia kakak beradik itu terpaut 6 tahun, mereka berasal dari embrio yang usianya sama. Pembentukan embrio Evan, panggilan Achmad Rifansyah, dan Kiya terjadi pada 2015. Karena itulah, sebagian publik menyebut Evan dan Kiya sebagai bocah kembar yang beda usia 6 tahun.

Aisyah dan suaminya, Rifki Utoyo, menjalani program bayi tabung pada 2015. Ketika itu, mereka sudah enam tahun menikah. Pada saat itulah, sel telur Aisyah dan sel sperma Rifki dipertemukan dalam pembuahan. Hasilnya adalah sepuluh embrio. Termasuk embrio Evan dan Kiya.

Percobaan penanaman embrio pada 2015 gagal. Aisyah dan Rifki lantas mengulanginya pada 2016 dan lahirlah Evan. Tahun ini mereka menanamkan satu embrio lagi dan lahirlah Kiya.

“Jadi, total ada 10 embrio di awal. Setelah tiga kali percobaan implantasi, masih ada tiga embrio lagi yang disimpan,” jelas dr Benediktus Arifin MPH SpOG FICS.

Dokter Benny, demikian Benediktus biasa dipanggil, mendampingi Aisyah dan Rifki sejak 2015. Setelah kelahiran Evan pada 2016, menurut dia, Aisyah dan Rifki kembali menemuinya pada 2019.

Sebenarnya, pasca kelahiran Evan, Aisyah dan Rifki sempat memutuskan untuk memiliki anak secara alami. “Kata orang kan begitu. Kalau sudah hamil sekali, lebih mudah hamil selanjutnya,” ucap Aisyah. Tapi, upaya mereka untuk hamil alami tak juga membuahkan hasil. Maka, pada tahun ketiga upaya itu, mereka berkonsultasi lagi ke dokter Benny.

Januari lalu, mereka menjalani program bayi tabung yang kedua. ’’Dan ternyata berhasil. Alhamdulillah. Lega banget. Bahagia. Ada rasa tidak nyangka juga,” ucap Aisyah.

Dia tidak menduga embrio beku yang sudah disimpan enam tahun bisa tumbuh menjadi bayi yang sehat dan sempurna seperti Kiya. Untuk kehamilan yang kedua, Aisyah yang berprofesi sebagai guru itu menjalani metode frozen embryo transfer (FET).

Editor : Ilham Safutra

Reporter : dya/c7/hep

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads