alexametrics

Sulit Menelan dan Ada Benjolan, Waspada Kanker Kepala Leher

28 Juli 2021, 12:08:05 WIB

JawaPos.com – Masyarakat diminta menyadari jika ada gejala sakit atau nyeri pada tubuhnya. Jika didiamkan, bisa jadi itu adalah sinyal bahaya penyakit kanker. Misalnya kanker kepala leher, mungkin jarang terdengar. Namun gejalanya ternyata cukup khas.

Dalam rangka memperingati Hari Kanker Kepala dan Leher sedunia, Indonesian Cancer Information and Support Center Association (CISC) bersama didukung oleh PT Merck Tbk, mengajak masyarakat mewaspadai bahaya kanker kepala leher.

Kanker kepala dan leher adalah salah satu masalah kesehatan mengkhawatirkan baik bagi laki-laki maupun perempuan. Berdasarkan data GLOBOCAN 2020, di dunia tercatat lebih dari 900 ribu kejadian baru kanker kepala dan leher, di mana Indonesia sendiri menyumbang lebih dari 30 ribu kasus baru setiap tahunnya.

“Prevalensi kanker kepala leher di Indonesia yang terus meningkat menjadi perhatian. Kami mengajak masyarakat agar lebih waspada dan tidak mengabaikan tanda-tanda penyakit ini dengan melakukan deteksi dini mengingat gejala kanker kepala leher dapat terlihat jelas di tubuh pasien dan sangat mempengaruhi kegiatan sehari-hari seperti makan, minum, dan berbicara. Sehingga ketika mulai mengalami gejala, perlu memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter,” kata Ketua Umum CISC Aryanthi Baramuli Putri, dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7).

Ahli Onkologi Prof. Dr. dr. Soehartati Argadikoesoema Gondhowiardjo, Sp.Rad(K), Onk.Rad mengatakan pada kanker kepala dan leher, pencegahan primer dapat dilakukan dengan menghindari faktor risiko. Tindakan prevensi merupakan pendekatan utama pengendalian kanker yang paling penting dan paling cost-effective, jika dibandingkan dengan tindakan pengobatan yang mahal. Deteksi dini merupakan tatalaksana yang paling efektif yang penting untuk dilakukan dengan cara mengenali faktor risiko dan gejala kanker kepala dan leher sedini mungkin.

“Semakin cepat kanker terdeteksi dan semakin cepat ditangani, maka semakin tinggi pulalah kesempatan untuk sembuh dan menghindari komplikasi lebih lanjut,” kata dr. Soehartati.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads