JawaPos Radar

Catat! Ini Pentingnya Calon Jamaah Haji Lakukan Medical Check Up

28/07/2017, 09:49 WIB | Editor: Imam Solehudin
Catat! Ini Pentingnya Calon Jamaah Haji Lakukan Medical Check Up
Ilustrasi (Dok.JawaPos)
Share this

JawaPos.com – Dua bulan lagi, umat muslim di seluruh dunia bersiap mejalani ibadah haji. Tak terkecuali Indonesia. Faktor kesehatan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan.

Perbedaan cuaca, ditambah lagi jutaan orang penuh sesak dari penjuru dunia, menuntut tubuh setiap jamaah harus prima.

Pasalnya, sesampainya di Tanah Suci para jamaah langsung melakukan rukun-rukun haji dan kegiatan ibadah lainnya. Waktu yang panjang hingga dua pekan membuat kondisi tubuh harus terjaga kesehatannya.

“Jaga kesehatan karena ibadah haji adalah proses yang panjang, jangan sampai jamaah jatuh sakit saat berada di sana,” kata Disease Prevention Expert yang juga CEO dari In Harmony Vaccination, dr. Kristoforus Hendra Djaya SpPD kepada JawaPos.com, Jumat (28/7).

Cara paling utama adalah dengan memeriksakan diri (Medical check up) secara menyeluruh, jangan hanya yang diwajibkan saja.

Kristoforus mengatakan tubuh memiliki daya cadang fisik yang besar. Sehingga terkadang kelainan-kelainan kecil tidak kentara atau tidak bergejala sebelum tubuh menghadapi beban.

“Jadi ada yang dalam aktivitas sehari-hari, belum ada gejala sama sekali. Gejala barulah muncul saat seseorang dalam tekanan atau kelelahan. Jangan sampai seorang jamaah baru menyadari memiliki penyakit setelah beraktivitas di tanah suci,” katanya.

Umumnya, para jamaah haji paling banyak berusia lebih dari 40 tahun hingga lanjut usia (lansia). Tentu usia ini wajib memeriksakan seluruh organ dalam untuk menjamin semuanya dalam keadaan baik.

“Fungsi jantung, ginjal, liver, metabolisme seperti gula, profil lemak, dan asam urat, serta urine, dan paru-paru juga perlu diperiksa,” tutur Kristoforus.

Sebelum berangkat, kata dia, jangan lupa membawa persediaan suplemen dan obat-obatan. Jangan sampai persediaan obat yang biasa diminum tertinggal atau kehabisan di tanah suci.

“Kalaupun disana ada dokter, tentu jamaah tidak berharap sampai harus jatuh sakit dan terpaksa bertemu dokter jamaah, bukan? Karena itu persiapkan kesehatan tubuh sebaik-baiknya,” tegasnya

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up