alexametrics

Dibanding Negara Lain, Kesejahteraan Lansia Indonesia Jauh Tertinggal

27 Desember 2016, 13:16:00 WIB

JawaPos.com – Kendati sudah berusia 60 tahun, masyarakat lanjut usia (lansia) dituntut harus tetap berdaya dan mandiri. Sebab biasanya di usia ini, para lansia mengalami penurunan kualitas hidup.

Usia tersebut mengalami tahap proses penuaan yang memiliki dampak terhadap tiga aspek, yaitu biologis, ekonomi, dan sosial.

Guru Besar Tetap Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Indang Trihandini mengatakan, secara biologis, lansia akan mengalami proses penuaan secara terus menerus yang ditandai dengan penurunan daya tahan fisik dan rentan terhadap serangan penyakit.

Secara ekonomi, umumnya lansia lebih dipandang sebagai beban daripada sumber daya. Secara sosial, kehidupan lansia sering dipersepsikan secara negatif, atau tidak banyak memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Hubungan tua dan penuaan, telah diketahui bahwa peningkatan populasi lansia tentu akan diikuti dengan peningkatan risiko untuk menderita penyakit kronis.

Di antaranya diabetes melitus, penyakit serebrovaskuler, penyakit jantung koroner, osteoartritis, penyakit musculoskeletal, dan penyakit paru.

“Peningkatan penduduk usia lanjut akan berhubungan dengan sistem jaminan sosial, meningkatkan ketidak mandirian, menurunnya kesehatan. Sehingga prioritas pada layanan kesehatan diperlukan dengan area pencegahan, promosi dan pendidikan keseharan, screening, pengobatan, dan rehabilitasi,” kata Indang, Selasa (27/12).

Salah satu organisasi yang mengukur kualitas hidup lansia adalah HelpAge.

Organisasi global ini bertujuan untuk mempromosikan hak-hak pemenuhan kebutuhan lansia laki-laki dan wanita, dan telah membuat indeks AgeWatch Global.

Organisasi ini juga membuat peringkat antarnegara berdasarkan Income Security merupakan Gross National Income (GNI).

Indeks AgeWatch Global mengukur empat kunci domain tersebut bertujuan untuk mendapatkan berapa besar proporsi lansia yang berfungsi secara mandiri.

Hasil perhitungan pada 2015, lansia yang berusia 60 tahun ke atas dan berasal dari 96 negara yang mewakili proporsi lansia besar, mendapatkan bahwa Swis dan Norwegia serta Swedia masuk tiga besar dengan lansia mandiri dan sejahtera.

Sedangkan Indonesia masuk pada peringkat 74 dari 96 negara. Di antara 23 negara Asia Pasifik, lansia Indonesia menduduki peringkat 15.

“Posisi tersebut cukup memprihatinkan karena menunjukkan lansia Indonesia memiliki income security, status kesehatan, dan capability yang rendah dibandingkan dengan lansia di Asia Pasifik,” tuturnya. (cr1/JPG)

Editor : Ilham Safutra


Close Ads
Dibanding Negara Lain, Kesejahteraan Lansia Indonesia Jauh Tertinggal