Peneliti Sebut Covid-19 Lebih Menular jika Bermutasi dari Pasien HIV

27 November 2022, 20:03:28 WIB

JawaPos.com – Pasien HIV umumnya mengalami penurunan imun tubuh. Sebuah studi laboratorium Afrika Selatan baru-baru ini menggunakan sampel Covid-19 dari individu yang mengalami imunosupresi serta HIV, menunjukkan bahwa virus berevolusi menjadi lebih menular.

Penelitian dari Sigal Labs pada 26 November 2022 menggunakan sampel Covid-19 selama enam bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa varian baru dapat menyebabkan lebih menular daripada strain omicron yang dominan saat ini.

Tahun lalu, laboratorium Afrika Selatan yang sama, pertama kali menguji strain omicron terhadap vaksin. Sekarang telah menggunakan sampel dari orang yang terinfeksi HIV.

Dalam 6 bulan terakhir, virus awalnya menyebabkan tingkat fusi dan kematian sel yang sama dengan galur omicron BA.1. Dipimpin oleh Alex Sigal di Institut Penelitian Kesehatan Afrika Selatan di kota Durban, penelitian tersebut menunjukkan bahwa patogen Covid-19 dapat terus bermutasi. Varian baru dapat menyebabkan penyakit dan kematian yang lebih parah daripada strain omicron yang relatif ringan.

Namun, penelitian ini belum ditinjau oleh rekan sejawat dan hanya didasarkan pada pekerjaan laboratorium pada sampel dari satu individu. Sebelumnya, Sigal dan ilmuwan lain telah mendalilkan bahwa varian seperti Beta dan Omicron mungkin telah berevolusi pada orang dengan imunosupresi seperti orang yang terinfeksi HIV.

“Lamanya waktu yang dibutuhkan pasien HIV untuk sembuh jika tertular Covid-19 memungkinkan virus lebih bermutasi dan mampu menghindari antibodi,” kata para peneliti seperti dilansir dari Live Mint, Minggu (27/11).

“Ini mungkin menunjukkan bahwa varian masa depan bisa lebih patogen atau menular daripada strain Omicron yang beredar saat ini,” pungkas para peneliti.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads