alexametrics

Alasan Pentingnya Sarapan bagi Anak Sebelum ke Sekolah

26 Oktober 2017, 14:23:36 WIB

JawaPos.com – Anak-anak biasanya malas sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Padahal aktivitas dan proses belajar yang akan mereka tempuh begitu padat. Sayangnya tak semua orang tua bersikap tegas, agar si buah hati mau sarapan sebelum berangkat sekolah.

Lantas di sekolah pun, si anak memilih jajanan yang tak sehat. Kandungan gizinya sangat sedikit karena mereka belum memahaminya. Penting bagi orang tua maupun sekolah untuk dapat menyediakan akses terhadap makanan atau minuman yang sehat pada anak. Sebab di usia sekolah, anak sudah mulai memilih-milih makanan. Miris juga jika kondisi kantin masih tak layak.

Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB) dan CARE International Indonesia menyebut ada 40 persen anak masih belum terbiasa sarapan. Hal itu semakin mendorong anak untuk jajan di sekolah.

“Kondisi tersebut perlu diatasi melalui upaya dari seluruh masyarakat sekolah untuk memperbaiki pola makan termasuk jajan yang sehat, aman, dan bergizi,” jelas Sekretaris Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB Sri Anna Marliyati, Kamis (26/10).

Menurutnya, pengetahuan gizi yang patut diaplikasikan baik oleh orang tua, guru, dan juga kantin, adalah bagaimana jajanan yang dikonsumsi anak dapat memenuhi kebutuhan gizi mereka secara seimbang. Masih banyak anak sekolah yang mengonsumsi makanan berenergi tinggi, berkadar lemak, gula, dan garam tinggi, serta kurangnya konsumsi buah dan sayur. “Hal ini memicu semakin meningkatnya obesitas di kalangan anak-anak,” paparnya.

Sebaliknya banyak juga anak-anak yang mengonsumsi pangan jajanan yang hanya mengandung karbohidrat saja, sehingga asupan gizinya tidak tercukupi. Sri menambahkan anak usia 5-12 tahun membutuhkan energi dan zat gizi yang cukup atau seimbang untuk konsentrasi belajar.

Asupan gizi yang tidak tercukupi akan menimbulkan risiko, antara lain anemia yang dapat menurunkan daya tahan dan konsentrasi pada anak. Selain itu, anak menjadi rentan terhadap berbagai penyakit baik menular dan tidak menular, perkembangan otak pun terganggu.

“Gangguan kesehatan tersebut dapat mempengaruhi produktivitas anak di sekolah, yang kelak dapat menentukan kualitas hidupnya bahkan pendapatan anak di kala dewasa,” tuturnya.

Apalagi saat ini semakin banyak penjual makanan dan minuman yang menggunakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya. Di antaranya formalin, boraks, pewarna tekstil, dan lainnya. Tentu hal itu memerlukan pengawasan ekstra dari para orang tua terhadap anak-anaknya.

Editor : admin

Reporter : (ika/ce1/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads
Alasan Pentingnya Sarapan bagi Anak Sebelum ke Sekolah