alexametrics

Dampak Korona Lebih Fatal Bagi Pria Dibanding Perempuan (1/Bersambung)

26 Maret 2020, 19:14:18 WIB

JawaPos.com – Berdasarkan data yang telah dihimpun, menunjukkan bahwa, tingkat kematian akibat korona (Covid-19) pada pria lebih tinggi dibanding pada perempuan. Selain kondisi kesehatan yang secara umum buruk dan kebiasaan seperti merokok dan minum minuman keras, yang dapat merusak paru-paru, di kalangan pria, sejumlah pakar terkemuka mengatakan kepada Xinhua seperti dilansir oleh Antara pada Kamis (26/3), bahwa pengaruh hormon terhadap respons kekebalan tubuh kemungkinan juga memainkan peran penting dalam fenomena ini.

Ketika berbicara dalam taklimat harian yang digelar di Gedung Putih, Washington DC, Dr. Deborah Birx, direktur Gugus Tugas Covid-19 Gedung Putih, mengatakan, sebuah laporan dari Italia menunjukkan bahwa tingkat kematian pria dari hampir seluruh kelompok usia lebih tinggi dibandingkan perempuan. ’’Ini adalah tren yang meresahkan,’’ sebutnya.

Menurut otoritas kesehatan Italia, pria menguasai 58 persen dari seluruh 13.882 kasus Covid-19 di negara tersebut antara 21 Februari hingga 12 Maret, serta 72 persen dari 803 kematian yang dilaporkan saat itu. Pasien pria yang terjangkit korona dan dirawat di rumah sakit 75 persen lebih mungkin meninggal dibandingkan pasien perempuan yang menjalani perawatan serupa.

Data dari beberapa negara lainnya juga menunjukkan bahwa kematian akibat korona lebih banyak terjadi pada pria ketimbang perempuan. laporan dari at Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, mengindikasikan bahwa tingkat mortalitas di kalangan pria yang dikonfirmasi terinfeksi korona sekitar 65 persen lebih tinggi dibandingkan tingkat kematian di kalangan wanita.

Berbagai kebiasaan tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, lebih sering dilakukan oleh pria dibandingkan perempuan. ’’Kebiasaan-kebiasaan itu dapat merusak paru-paru dan mengakibatkan peradangan ketika melawan infeksi, kata Birx.

Pria juga cenderung memiliki lebih banyak penyakit terselubung, seperti hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru kronis, menurut Global Health 50/50, sebuah institut penelitian yang mempelajari ketidaksetaraan gender di bidang kesehatan global. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Antara



Close Ads