alexametrics

Buah Pare, Dari Mengendalikan Gula Darah sampai Antikanker

Oleh: Prof Dr apt Mangestuti Agil MS *)
25 September 2021, 12:48:13 WIB

Don’t judge a book by its cover. Jangan menilai buku dari sampulnya. Kiasan itu sepertinya berlaku untuk buah pare. Penampilannya bisa jadi tidak menarik dengan permukaan yang dipenuhi bintil atau benjolan. Tapi, soal manfaat, buah yang pahit tersebut ternyata bisa mencegah dan mengobati gangguan kesehatan seperti diabetes, kolesterol tinggi, radang, antioksidan, hingga antikanker.

BERNAMA ilmiah Momordica charantia dari suku Momordicaceae, budi daya pare dijumpai di seluruh dunia, termasuk daerah beriklim tropis seperti Afrika dan Karibia.

Pare kaya akan kandungan zat bioaktif. Di antaranya, triterpenoid tipe kukurbitan, glikosida triterpene, asam fenolat, minyak atsiri, saponin, asam lemak, dan protein.

Pare hijau mengandung vitamin A, C, B3, B6, D, E, dan K. Mineral, antara lain, kalsium, magnesium, kalium, zat besi, zinc, manganum, dan natrium.

Di Filipina, buah pare disebut dengan nama ampalaya dan sudah bertahun-tahun digunakan pada terapi penunjang diabetes. Masyarakat Filipina suka sekali mengonsumsi buah dan daun pare untuk sajian lauk. Di Indonesia juga dijumpai pare dijadikan lauk dengan cara ditumis bersama tempe.

Pare Terbukti Mampu Mengendalikan Gula Darah

Dibandingkan efek lain, khasiat untuk pengendalian kadar gula darah paling banyak menjadi objek penelitian ilmiah. Sejak puluhan tahun lalu, percobaan pada hewan coba hingga uji klinis pada manusia sudah dilakukan. Berbagai produk turunan buah pun sudah beredar di pasaran. Suplemen buah pare berbentuk bubuk kering adalah solusi kemudahan penggunaannya.

Hasil berbagai penelitian ilmiah menyimpulkan kerja komponen kandungan buah pare melalui berbagai cara. Sebuah artikel hasil uji klinis terbaru yang terbit pada 2020 oleh peneliti dari Republik Korea membuktikan kemampuan pare dalam mengendalikan kadar gula darah pada diabetes tipe 2. Uji pada hewan percobaan menunjukkan efek penurunan kadar gula dengan cara memacu pengambilan glukosa oleh sel otot atau meningkatkan sekresi insulin.

Pare Menghambat Pertumbuhan Kanker

Potensi pare sebagai antikanker juga banyak diteliti. Sasaran awal adalah ekstrak mentah yang dicobakan. Percobaan lanjut dengan biakan sel kanker payudara, usus, dan pankreas membuktikan hambatan proliferasi/perbanyakan sel. Kekuatan hambatan bergantung pada besar kecilnya dosis dan varietas buah pare. Dasar kerjanya bersifat umum, seperti kematian sel atau berhentinya proses pembelahan pada sel yang tidak sehat. Dengan demikian, perkembangan sel tumor atau kanker dapat dihambat atau dihentikan.

Secara umum, zat kandungan seperti lectin, -momorcharin ( -MMC), dan -momorcharin (-MMC) sudah ditemukan. Momordica charantia lectin adalah protein yang dapat digunakan sebagai agen antitumor. Momordica antiviral protein sudah diuji mampu menghambat kanker payudara, otak, kulit, dan ginjal pada biakan sel.

Editor : Dhimas Ginanjar




Close Ads