alexametrics

Tetap Waspada dan Jangan Panik, Hantavirus Tak Menular dari Manusia

25 Maret 2020, 10:33:15 WIB

JawaPos.com – Di tengah pandemi COVID-19, seorang pria di Tiongkok yang meninggal di Tiongkok pada Senin (23/2) dilaporkan dinyatakan positif terkena Hantavirus. Akan tetapi, tak usah panik. Sebab Hantavirus tidak menular dari manusia ke manusia.

Hantavirus merupakan keluarga virus yang menyebar melalui tikus, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S. (CDC). Diketahui, terdapat laporan, seorang pria meninggal dalam perjalanan kembali ke Provinsi Shandong, menurut Global Times. Hasil tesnya dinyatakan positif Hantavirus.

Namun, yang perlu Anda pahami, Hantavirus tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Manusia dapat terinfeksi hantavirus melalui kontak dengan urin tikus, air liur, atau kotoran. Sehingga penularannya berbeda dengan coronavirus. Setidaknya itu yang dikatakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

“Hantavirus yang menyebabkan penyakit manusia di Amerika Serikat tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain,” kata CDC di situs webnya.

Penularan Hantavirus sendiri terjadi dari hewan pengerat atau tikus. Di AS, Hantavirus dapat menyebabkan sindrom paru penyakit pernapasan parah yang bisa berakibat fatal. Gejalanya meliputi kelelahan, demam, nyeri otot, sakit kepala, pusing, kedinginan, dan masalah perut.

“Batuk dan sesak napas dapat terjadi kemudian pada penyakit karena paru-paru dipenuhi cairan,” kata CDC.

Bahkan gejala diserta demam berdarah dengan sindrom ginjal, sebagian besar ditemukan di Eropa dan Asia. “Juga dapat terjadi, yang menyebabkan rasa sakit, demam, kedinginan, mual, dan penglihatan kabur,” kata CDC.

Dari 1993 hingga 2017, hanya ada 728 kasus Hantavirus yang dikonfirmasi di Amerika Serikat, dan sebagian besar tidak fatal menurut data CDC.  Pada Mei 1993, wabah Gantavirus terjadi di daerah antara Arizona, New Mexico, Colorado dan Utah. Wabah 2012 di Yosemite membuat 10 orang sakit. Di tujuh negara, 17 orang terinfeksi dalam wabah 2017.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads