alexametrics

Belum Ada di Indonesia, Catat 3 Fakta Soal Penularan Virus Korona

24 Februari 2020, 18:35:48 WIB

JawaPos.com – Sejumlah ahli dan akademisi terus meneliti wabah virus Korona jenis baru yang kini bernama COVID-19. Salah satunya para peneliti terus mencari tahu bukti-bukti ilmiah penularan virus korona. Tak terkecuali di Indonesia.

Gejala dari COVID-19 ini berupa demam, batuk, pilek, dan nyeri dada. Jumlah korban yang tinggi di ebebrapa negara dan gejala yang sulit dibedakan dengan flu biasa membuat masyarakat menjadi resah. Keresahan ini ditambah oleh banyaknya berita- berita yang tersebar di media sosial yang kebenarannya sulit dipastikan.

Sejumlah akademisi dari Indonesia International Institute for Life Sciences (i3l), menggali bukti-bukti dan fakta-fakta berbasis sains mengenai virus COVID-19. Wakil Rektor I Academic Affair i3l, Amadeus Pribowo Ph.D mengungkapkan, masyarakat harus meningkatkan kesadaran untuk bisa menjaga kesehatan diri agar tidak tertular. Dikarenakan penyebaran virus ini yang cukup cepat. Masyarakat perlu tahu bagaimana proses penyebarannya.

Untuk memberikan klarifikasi mengenai berita- berita yang beredar, i3l juga mengundang Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Profesor dr. Amin Soebandrio, PhD, SpMK (K). Profesor dr. Amin Soebandrio, PhD, SpMK (K) menjelaskan beberapa bukti ilmiah seputar karakteristik penularan virus tersebut. Di antaranya,

1. Menyebar Lewat Droplet

Penularan virus COVID-19 bisa menyebar ketika orang yang terinfeksi mengeluarkan droplet (partikel air liur). Akan tetapi apabila droplet jatuh ke permukaan, kemudian tersentuh oleh tangan, dan tangan itu menyentuh anggota tubuh seperti mulut, hidung dan mata bisa berpotensi membuat virusnya masuk kedalam tubuh dan menyebabkan penularan.

“Maka dari itu, penggunaan masker saja tidak cukup, akan tetapi perlu menggunakan kacamata juga. Beliau merekomendasikan setelah menyentuh barang ditempat umum, sebaiknya segera mencuci tangan,” ujarnya.

2. Virus di Iklim Tropis

Selain itu, Prof. dr Amin juga menegaskan bahwa belum ada bukti pendukung bahwa virus COVID-19 tidak dapat berkembang di daerah yang beriklim tropis. Memang virus yang sebelumnya sensitif terhadap suhu tinggi, akan tetapi untuk Virus COVID-19 yang sekarang belum ada bukti penelitian.

“Belum ada data khusus terkait dengan suhu, kelembaban dan sebagainya, jadi belum ada bukti,” jelasnya.

3. Kemampuan Tes Uji Deteksi Virus

Menganggapi keraguan mengenai uji tes COVID-19 di Indonesia, Prof. dr Amin menjelaskan, sesungguhnya laboratorium di Indonesia memumpuni untuk mendeteksi virus Covid-19. Dua alat yang dimiliki Indonesia yaitu Polymerase Chain Reaction atau PCR dan sequencing dipastikan mampu untuk mendeteksi virus COVID-19 yang mungkin masuk ke Indonesia.

“Indonesia punya kapasitas dan mumpuni untuk mendeteksi virus tersebut,” tegasnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads